572 Ribu Aduan Penipuan Online Masuk ke Cekrekening.id Sepanjang 2017-2024
Ilustrasi
Jakarta, Batamnews – Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Nezar Patria, mengungkapkan bahwa sejak 2017 hingga 2024, terdapat sekitar 572 ribu aduan terkait fraud atau penipuan online yang masuk melalui kanal layanan Cekrekening.id.
"Jenis fraud yang mendominasi adalah penipuan jual-beli online dan investasi fiktif online," ujar Nezar saat ditemui di Jakarta pada hari ini, Selasa, 3 September 2024.
Cekrekening.id merupakan sarana yang disediakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memfasilitasi masyarakat dalam melaporkan nomor rekening yang diduga terlibat dalam tindak pidana penipuan.
Layanan ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat dari berbagai jenis penipuan di dunia maya.
Baca juga: Platform Media Sosial yang Wajib Dimiliki di Era Digital
Selain itu, Badan Cyber dan Sandi Negara (BSSN) melaporkan adanya ratusan juta serangan siber yang terjadi di Indonesia setiap tahunnya.
Pada tahun lalu, tercatat setidaknya 279 juta serangan siber. Meskipun angka tersebut terbilang tinggi, jumlah serangan siber terhadap Indonesia menunjukkan tren penurunan sebesar 24% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Dalam upaya memberikan perlindungan terhadap ekosistem digital di Indonesia serta melakukan penegakan hukum dan pencegahan kejahatan siber, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menyusun regulasi untuk melindungi ruang digital di Indonesia.
Regulasi tersebut termasuk Undang-Undang No. 1 Tahun 2024 tentang Revisi Kedua Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.
"Regulasi ini adalah bagian dari upaya pemerintah Indonesia untuk mengelola aktivitas di dalam ruang elektronik dan digital agar lebih aman dan tepercaya," jelas Nezar.
Baca juga: DomaiNesia Bekerja Sama dengan GlobalSign SSL, Menjadi Authorized Seller Sertifikat SSL di Indonesia
Nezar juga menekankan pentingnya kewaspadaan perusahaan di Indonesia terhadap potensi serangan siber yang bisa berdampak luar biasa terhadap bisnis.
"Kami tentu saja menginginkan adanya ekosistem digital yang sehat, ekosistem digital yang punya daya tahan terhadap serangan-serangan kejahatan cyber ini," tambahnya.
Kementerian Komunikasi dan Informatika terus bekerja sama dengan ekosistem bisnis digital yang ada di Indonesia untuk terus melakukan perbaikan, baik pada tingkat teknologi maupun pada level regulasi, guna menciptakan ruang digital yang lebih aman dan andal.

Komentar Via Facebook :