AirAsia Hilang

Badan Pesawat AirAsia QZ 8501 Ditemukan

Pangkalan Bun - Tim Basarnas berhasil menemukan badan pesawat AirAsia QZ 8501, setelah sebelumnya menemukan tumpahan minyak di sekitar lokasi jatuhnya pesawat berpenumpang 162 orang itu.

"Objek cukup besar dimensinya, yang satu berhasil diketahui dengan dua dimensi, sementara satu lainnya dengan tiga dimensi. Ukuran objek pertama 9,4 m x 4,6 x 0,5 meter. Objek kedua 7,2 meter x 0,5 meter," ujar Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI, F.H. Bambang Soelistyo, dalam jumpa pers di kantornya, Sabtu (3/1/2015).
 
Bambang menjelaskan, kedua objek itu ditemukan berdekatan satu sama lainnya. Hingga saat ini, tim sedang menurunkan sekoci ke dasar laut untuk mengevakuasi objek tersebut.

"Objek tersebut berada di kedalaman 30 meter. Saya pastikan itu adalah bagian dari pesawat AirAsia yang kita cari selama ini," tuturnya.

KRI Banda Aceh dan KRI Bung Tomo sudah berangkat ke lokasi penemuan dua objek pesawat AirAsia QZ8501 di zona merah di perairan Teluk Kumai. Jarak ke lokasi diperkirakan sekitar 18 jam dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

KRI Banda Aceh dan KRI Bung Tomo berjalan beriringan, Sabtu (3/1/2015) pukul 15.00 WIB. Di masing-masing kapal sudah ada tim penyelamat, khususnya para penyelam dari TNI AL.

"Kita mau ke titik penemuan bangkai pesawat," kata Kepala Departemen Operasi (Kadepops) KRI Banca Aceh Mayor Laut (P) Cahyo Guritno kepada wartawan.

Dijelaskan Cahyo, titik penemuan bangkai pesawat yang pertama jaraknya sekitar 110-120 nautical mile dari Pangkalan Bun. Untuk diketahui 1 nautical mile jaraknya sama dengan 1.852 kilometer. "Jadi sekitar 240 kilometer lah," imbuh Cahyo.

KRI Banda Aceh dan KRI Bung Tomo diperkirakan tiba keesokan harinya di lokasi, yakni pagi hari. Cahyo menegaskan, tim penyelamat akan bergerak cepat untuk mengevakuasi korban AirAsia QZ8501.