Kolaborasi PT MMI dan Mahasiswa UGM untuk Kurangi Stunting, Dapat Sambutan Antusias dari Masyarakat

Kolaborasi PT MMI dan Mahasiswa UGM untuk Kurangi Stunting, Dapat Sambutan Antusias dari Masyarakat

Direktur Utama PT MMI, Ady Indra Pawennari.

Nurjali

Natuna, Batamnews - PT Multi Mineral Indonesia (MMI) bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses mengadakan pelatihan Pembuatan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) dan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Desa Kelarik Utara, Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna.

Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) ini difasilitasi oleh Indonesian Initiative for Sustainable Mining (IISM), sebuah organisasi yang fokus pada praktik pertambangan berkelanjutan. 

Program ini adalah bagian dari komitmen MMI untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setempat, khususnya dalam bidang kesehatan dan lingkungan.

Direktur Utama PT MMI, Ady Indra Pawennari, menjelaskan bahwa pelatihan pembuatan MPASI ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para ibu mengenai pentingnya gizi seimbang bagi bayi dan balita. 

Dalam pelatihan ini, para ibu diajak untuk berpartisipasi aktif, mulai dari mencincang ayam dan udang, menghaluskan bawang, hingga memotong sayuran.

Baca juga: Dukung Penanganan Stunting, MMI - UGM Gelar Pelatihan Pembuatan MPASI di Natuna

Pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para ibu tentang gizi seimbang, tetapi juga merupakan langkah PT MMI dalam mendukung program nasional penurunan angka stunting," kata Ady. 

"Dengan edukasi tentang pemilihan bahan makanan bergizi dan cara penyajiannya, MMI berharap dapat membantu menciptakan generasi yang lebih sehat dan bebas dari risiko stunting."

Ady, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Penambang Kuarsa Indonesia (HIPKI), menekankan bahwa stunting adalah masalah serius yang dapat menghambat masa depan anak-anak di Indonesia, termasuk di Natuna. 

"Melalui pelatihan ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menurunkan angka stunting di wilayah ini," tambahnya.

Aurora Natania Simatupang, Koordinator Program Kesehatan Masyarakat KKN-PPM UGM, mengaku senang terlibat dalam kegiatan yang diselenggarakan bersama MMI ini. 

"Senang sekali melihat antusiasme ibu-ibu dalam workshop kali ini. Banyak yang antusias bertanya dan meminta buku resep MPASI," ungkapnya.

Selain pelatihan pembuatan MPASI, MMI dan mahasiswa UGM juga menyelenggarakan pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga. 

Peserta diajarkan cara mengelola sampah plastik menjadi paving block dan mengolah sampah organik menjadi kompos melalui biopori. Pada acara tersebut, paving block dibuat dengan komposisi 30% plastik dan 70% pasir, menghasilkan tiga paving block.

Koordinator Tim KKN-PPM UGM menjelaskan bahwa program zero waste yang diajarkan, menggunakan pipa biopori yang ditanam dalam tanah sedalam 50 cm, bertujuan untuk memperluas daya serap air dan menyuburkan tanah.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Kelarik Utara, yang berpartisipasi aktif dalam setiap sesi. 

"Ibu-ibu di desa sangat bersemangat mengikuti pelatihan MPASI, dari persiapan bahan hingga proses memasak. Pembuatan paving block dan instalasi biopori juga melibatkan warga secara langsung, memberikan pengalaman praktis yang bermanfaat," ujarnya.

Baca juga: Berkah Kunjungan Sandiaga Uno ke Pantai Piwang: Sembilan Perguruan Tinggi Ini Siap Tampung Anak Natuna, Catat Daftarnya

Dukungan dan Apresiasi Berbagai Pihak

Dalam program ini, IISM berperan sebagai mitra strategis yang memberikan arahan dan panduan dalam memastikan pelaksanaan program yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat. 
Dengan pengalaman dan keahliannya di bidang pertambangan berkelanjutan, IISM mendukung MMI dalam mengimplementasikan kegiatan yang tidak hanya fokus pada aspek lingkungan, tetapi juga pemberdayaan sosial.

"Keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Kami sangat mengapresiasi kolaborasi yang baik antara MMI dan mahasiswa KKN-PPM UGM, yang berhasil mewujudkan kegiatan yang memberdayakan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Natuna, khususnya Kelarik Utara," ungkap Jovanka Edwina, Program Developer Officer dari IISM.

Kepala Desa Kelarik Utara, Zapridin, juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pelaksanaan pelatihan ini. 

"Kami berharap masyarakat Kelarik Utara dapat menerapkan ilmu yang didapat dari kegiatan ini. Semoga kegiatan positif seperti ini terus berlanjut karena sangat bermanfaat bagi masyarakat," harapnya.

Dengan semangat dan kerja sama yang tercipta selama kegiatan ini, MMI berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sejalan dengan nilai-nilai keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan. 

"Melalui kegiatan PPM ini, MMI berharap dapat berperan aktif dalam membangun masa depan Desa Kelarik Utara yang lebih sehat dan sejahtera," tutup Ady, yang juga Bendahara PWI Kepri.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :