Rumah Sakit Bakti Timah Karimun Resmikan Layanan Hemodialisa, Pasien Cuci Darah Tak Perlu Keluar Daerah
Masyarakat Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, kini memiliki akses yang lebih baik ke layanan kesehatan spesialis, khususnya terapi cuci darah atau hemodialisa (HD), dengan diresmikannya layanan ini di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Karimun.
Karimun, Batamnews - Masyarakat Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, kini memiliki akses yang lebih baik ke layanan kesehatan spesialis, khususnya terapi cuci darah atau hemodialisa (HD), dengan diresmikannya layanan ini di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Karimun.
Layanan vital ini diluncurkan bertepatan dengan perayaan HUT ke-31 RSBT, yang merupakan unit usaha dari PT Bakti Timah Medika, anak perusahaan PT. Pertamina Bina Medika IHC. Kehadiran layanan hemodialisa ini diharapkan dapat mengurangi kebutuhan pasien untuk dirujuk ke luar daerah, terutama ke Batam, yang sebelumnya menjadi pilihan utama bagi banyak pasien yang membutuhkan terapi ini.
"Di Karimun sudah over loud, sehingga harus hemadoalisa di Batam. Diharapkan dengan ini kami dapat membantu pasien cuci darah. Juga menjadi rumah kedua bagi pasien, karena Ini terapi yang harus dilakukan terus-menerus," ujar Plt Direktur RSBT Karimun, dr Fifi Dayanti.
Dengan empat alat terapi cuci darah baru yang tersedia, RSBT dapat melayani delapan pasien per hari, termasuk mereka yang menggunakan BPJS Kesehatan dan asuransi lainnya.
Selain itu, RSBT juga memastikan kesiapan personel medis, termasuk perawat yang telah terlatih dan dokter bersertifikat serta spesialis, untuk menangani pasien hemodialisa dengan standar yang tinggi.
Untuk mendukung operasional layanan baru ini, RSBT Karimun meminta dukungan aktif dari Dinas Kesehatan dan Palang Merah Indonesia (PMI), terutama dalam penyediaan transfusi darah yang menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pasien hemodialisa.
"Kami memohon dukungan ke Dinkes dan Kepala Puskesmas untuk membantu jika rujukan layanan HD sudah ada di RSBT. Kami juga meminta dukungan penuh kepada PMI karena pasien HD membutuhkan transfusi darah," ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi, mengatakan bahwa saat ini terdapat 105 pasien yang membutuhkan terapi cuci darah secara rutin di daerah tersebut. "Kami berharap dengan adanya tambahan layanan di RSBT, tidak ada lagi kebutuhan untuk merujuk pasien ke luar Karimun," tutur Rachmadi.
Baca juga: Kebakaran Ludeskan Rumah Semi Permanen di Meral, Kerugian Capai Puluhan Juta
Lebih lanjut, Rachmadi mengungkapkan bahwa sebagian besar pasien hemodialisa di Karimun adalah penderita hipertensi dan diabetes melitus. "Penting untuk mendidik pasien tentang pentingnya pengelolaan kondisi mereka, termasuk kepatuhan terhadap jadwal minum obat, untuk mengurangi kebutuhan akan terapi cuci darah," tambahnya.
Selain layanan hemodialisa, RSBT Karimun juga baru-baru ini membuka klinik periodonsia, yang dilayani oleh dokter gigi spesialis periodonsia. Kedepannya, rumah sakit berencana meluncurkan layanan operasi katarak modern menggunakan alat phaco emulsifikasi, semakin melengkapi fasilitas medis yang tersedia bagi masyarakat setempat.
Peresmian layanan hemodialisa ini menandai langkah penting dalam meningkatkan kualitas dan ketersediaan layanan kesehatan di Kabupaten Karimun, mendukung masyarakat agar memiliki hidup yang lebih sehat dan produktif.
Komentar Via Facebook :