Perjuangan Terakhir Pengelola Pelabuhan Batam Center Usai 22 Tahun Mengabdi, Transisi Terancam Tak Mulus
Pelabuhan Batam Center. (Foto: Asrul/Batamnews)
Batam, Batamnews - Menjelang berakhirnya kontrak pengelolaan Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center pada 1 Agustus 2024, PT Sinergy Tharada mengungkapkan kekecewaannya atas kurangnya komunikasi dengan pihak pengelola baru. Hal ini terjadi di saat perusahaan masih dalam tahap pemulihan dari kerugian akibat pandemi Covid-19.
Manager Operasional PT Sinergy Tharada, Nika Astaga, menyampaikan bahwa perusahaan masih berjuang menanggulangi kerugian yang dialami selama dua tahun pandemi. "Selama Covid-19, kami tetap beroperasi meskipun tidak ada pemasukan. Biaya operasional mencapai ratusan juta rupiah per bulan, dan itu semua ditanggung oleh perusahaan," ungkap Nika.
Meski menghadapi kesulitan finansial, PT Sinergy Tharada tetap berkomitmen menjalankan operasional pelabuhan demi mendukung program pemerintah. Pelabuhan Batam Center menjadi salah satu pintu pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) selama masa pandemi.
Namun, di tengah upaya pemulihan ini, Nika menyayangkan belum adanya komunikasi dari pihak pengelola baru terkait proses transisi. "Sampai sekarang, pengelola yang baru saja belum ada komunikasi dengan kami. Padahal ada banyak hal yang harus dibahas, termasuk aset, karyawan, dan operasional pelayaran," jelasnya.
Nika, yang juga berperan sebagai perwira keamanan pelabuhan, menekankan pentingnya transisi yang mulus, terutama terkait standar keamanan internasional. "Izin ISP Code itu berada di PT Sinergy Tharada. Tanpa ini, ada kekhawatiran terganggunya lalu lintas pelayaran internasional," tegasnya.
Selama 22 tahun pengelolaan, PT Sinergy Tharada telah mengubah Pelabuhan Batam Center dari gedung terbengkalai menjadi salah satu pelabuhan tersibuk di Batam. Prestasi ini, menurut Nika, seharusnya menjadi pertimbangan untuk melakukan proses transisi yang lebih terencana.
Baca juga: Triwulan I Tahun 2024, Aktivitas di Pelabuhan Batam Naik 9 Persen
"Kami ingin masa transisi ini bisa berjalan dengan baik. Tanggal 1 Agustus kami selesai. Tapi masih banyak hal yang harus dibahas. Kalau persoalan serah terima tidak berjalan baik, ada kekhawatiran soal operasional pelabuhan ini," tambahnya.
Dengan waktu yang semakin menipis, PT Sinergy Tharada berharap pihak pengelola baru dan BP Batam dapat segera membuka komunikasi untuk memastikan kelancaran operasional pelabuhan pasca transisi. Keberlangsungan Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, yang menjadi salah satu wajah Kota Batam, menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian proses peralihan pengelolaan.

Komentar Via Facebook :