Lanud RSA Berhasil Gagalkan Penyelundupan Benda Cagar Budaya Berupa Keris di Natuna
Pangkalan Udara Raden Sadjad (Lanud RSA) Natun, berhasil menggagalkan upaya pengiriman barang cagar budaya yang dilakukan secara ilegal pada Sabtu, 13 Juli 2024 lalu.
Natuna, Batamnews - Pangkalan Udara Raden Sadjad (Lanud RSA) Natun, berhasil menggagalkan upaya pengiriman barang cagar budaya yang dilakukan secara ilegal pada Sabtu, 13 Juli 2024 lalu.
Komandan Lanud RSA, Kolonel Pnb Dedy Iskandar dalam konferensi pers menjelaskan bahwa penggagalan pengiriman barang antik itu dilakukan oleh personel Intel dan Satuan POM Lanud RSA. Barang tersebut dilakukan pengiriman melalui ekspedisi JNE, menggunakan kargo pesawat Nam Air rute Natuna - Batam - Jakarta.
Saat dilaksanakan pemeriksaan x-ray di base Ops Lanud RSA, ungkap Dedy, ditemukan 3 koli barang milik ekspedisi JNE Natuna berisi barang mencurigakan, diduga senjata tajam, yang dipacking menggunakan kardus dilapisi plastik hitam.
“Kemudian dilakukan pembongkaran oleh tim intel dan Satpom AU RSA, disaksikan kurir ekspedisi. Dari 3 koli barang itu ditemukan 4 keris, terdiri dari 1 koli berisi 2 keris dan 2 koli lainnya masing-masing berisi 1 keris,” ungkapnya, Selasa, 16 Juli 2024.
Baca juga: Parade Jetski 2024 di Pulau Serasan Natuna Sukses Tarik Peserta Internasional
Berdasarkan informasi yang didapatkan tim intel Lanud RSA, penerima benda cagar budaya ini berada di Bandung dan Tebing Tinggi. Untuk penyelidikan lebih lanjut, Dedy mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Natuna.
“Kami sudah beri data apa yang kami amankan, nanti tim intel kordinasi dengan Polres,” ucapnya.
Dedy pun mengakui, ada pihak yang menemuinya meminta bantuan agar pengiriman benda tersebut diloloskan.
“Saya tegaskan saya tak bisa bantu, karena ada undang-undang tak boleh dilanggar, saya tak bisa bantu. Data orang tersebut sudah saya sampaikan ke intel dan Satpom, kalau dibutuhkan pendalaman, bisa kita panggil lagi,” tegasnya.
Baca juga: Sederet Manfaat Kesehatan Syrup Mangrove Sebuton dari Natuna
Atas kejadian ini, Dedy pun mengajak seluruh masyarakat Natuna dan seluruh pihak untuk menjaga cagar budaya. Menurutnya, cagar budaya juga harus dilindungi oleh pemerintah.
“Sebagai bangsa yang kaya akan budaya, kita memiliki tanggung jawab besar untuk melestarikan benda cagar budaya, salah satunya keris, yang menjadi simbol budaya kita dan memiliki nilai tinggi,” tuturnya.
Lanjut perwira lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1998 ini mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Natuna, untuk memastikan agar benda cagar budaya yang berhasil diselamatkan ini, nantinya dapat dikembalikan ke tempat semestinya.
“Kami akan sosialisasi ke masyarakat terkait cagar budaya, serta bahaya pengiriman tak sesuai aturan dari benda tersebut. Dengan kerjasama yang baik antara Lanud RSA dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Natuna, kami yakin dapat melindungi warisan budaya kita,” ujarnya.
Baca juga: Perdana Digelar, 16 Tim Siap Meriahkan Liga Bunguran 2024 di Natuna
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna, Hendra Kusuma, menyampaikan apresiasinya kepada Lanud RSA yang telah membantu pemerintah daerah melestarikan cagar budaya.
“Nanti benda ini dibawa ke museum Natuna kita simpan di kaca,” sebutnya.
Ke depan, lanjut Hendra, Disdikbud Natuna berencana menetapkan satuan standar harga kompensasi, bagi masyarakat yang menyerahkan benda-benda cagar budaya ke pemerintah daerah.
“Selama ini mungkin hanya sagu hati, jadi masyarakat belum terpanggil menyerahkan ke pemda,” ujarnya.

Komentar Via Facebook :