Kepala Disdik Batam: Seluruh Calon Siswa SMP yang Gagal PPDB di Batam Akan Ditampung

Kepala Disdik Batam: Seluruh Calon Siswa SMP yang Gagal PPDB di Batam Akan Ditampung

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto.

Nurjali

Batam, Batamnews - Dinas Pendidikan Kota Batam memastikan seluruh calon siswa yang gagal dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP negeri akan diterima. 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, menyampaikan bahwa tim PPDB telah memetakan pendistribusian calon siswa yang gagal dalam proses seleksi.

"Kami telah membuka pengaduan bagi calon siswa yang gagal atau dinyatakan tertolak oleh panitia PPDB. ," ujar Tri Wahyu Rubianto pada Sabtu, 6 Juli 2024.

Dinas Pendidikan Batam akan melakukan penempatan bagi siswa yang tidak diterima di pilihan pertama dan kedua. Panitia PPDB akan mendistribusikan calon siswa berdasarkan ketersediaan kuota di sekolah yang masih memiliki lowongan.

Baca juga: Muhammad Rudi Optimis, BP Batam Raih WTP ke-8 Kalinya

Tri mengakui bahwa pihaknya tidak bisa memenuhi permintaan orangtua untuk menempatkan anak mereka di sekolah tertentu. 

"Satu sekolah saja bisa dilamar seribu pendaftar, sedangkan kuota hanya 300 orang. Jadi penempatan calon siswa tidak bisa sesuai permintaan orangtua," jelasnya.

Untuk mengantisipasi calon siswa yang tidak tertampung, Dinas Pendidikan berencana membuka sekolah dua sif. Namun, mereka dihadapkan dengan masalah kekurangan tenaga guru. 

Tri menjelaskan bahwa saat ini Dinas Pendidikan telah menerima lebih dari 600 laporan terkait calon siswa yang tidak tertampung.

Selain itu, permasalahan juga muncul dari beberapa calon siswa yang sudah diterima di sekolah tetapi meminta dipindahkan ke sekolah lain.

"Ini juga jadi masalah. Kalau sudah diterima ya, lanjut saja. Karena kalau mundur lagi maka akan mengganggu sistem," tambah Tri.

Dinas Pendidikan Batam saat ini fokus memastikan semua calon siswa mendapatkan sekolah. Mereka berupaya menempatkan siswa di sekolah yang dekat dengan rumah atau masuk dalam zonasi. 

Mengenai penambahan rombongan belajar (rombel), Tri menjelaskan bahwa hal tersebut sulit dilakukan karena keterbatasan guru dan tidak adanya kebijakan untuk menambah guru honor.

"Guru kita masih kurang, satu kelas sudah 40 siswa. Dua sif masih harus dijalankan. Jadi ini benar-benar persoalan dunia pendidikan di Batam," ungkapnya.

Sebagai solusi terakhir, Dinas Pendidikan menawarkan untuk mengarahkan siswa yang tidak diterima di sekolah negeri ke sekolah swasta. 

Baca juga: Turis Singapura Ery dan Rozyta Diajukan PKPU oleh Arsjad Rasjid cs dan Berujung Pailit

Tri menjelaskan bahwa sudah ada ketentuan bagi sekolah swasta yang menerima insentif guru dari pemerintah untuk wajib menyekolahkan anak usia sekolah dari keluarga tidak mampu.

"Konsekuensinya sekolah negeri masih belum efisien, karena satu kelas ada 40 orang. Jadi kami berharap saat pemetaan selesai, tidak ada yang protes atau tidak menerima. Karena kami sudah mencari solusi terbaik agar semua tertampung," tutup Tri Wahyu Rubianto.

Dengan strategi ini, diharapkan sekolah swasta dapat tetap eksis membantu pemerintah dalam mendidik dan menciptakan SDM yang berkualitas untuk generasi Batam.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :