Jaringan Judi Online Kamboja Sewa Selebgram Batam Buat Gaet Pemain
Ilustrasi
Batam, Batamnews - Jaringan judi online Kamboja diduga menyewa seorang selebgram asal Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), dalam promosi situs judi online yang beroperasi di Poipet, Kamboja. Selebgram tersebut seorang perempuan muda berinisial B.
Pantauan batamnews.co.id, pada sebuah akun di Instagram bernama @_********ue**n yang diduga milik selebgram inisial B memiliki 77 ribu pengikut (Followers) itu kerap menyuntingkan foto di status instagramnya tetang kemenangan dari para pemain judi online di situs judi yang dirinya promosikan.
"Terbukti Guys selalu dikasih yang besar link dibawah ini. Bagus kan link yang ku kasih hahaha, berbagi itu indah, udah banyak juga ku kasih ke temenku yang lain. Link ku ga pernah gagal," kata selebgram B kepada pemain judi online dalam percakapan yang disunting dalam story Instagram, pada Senin, 24 Juni 2024.
Sementara, terkait dugaan adanya keterlibatan selebgram tersebut dibenarkan oleh salah seorang pekerja judi online yang berada di Kamboja.
Baca juga: Korban Bongkar Sindikat Bos Judi Online Batam-Kamboja, Ternyata Bermarkas di Kota Batam
"Iya benar itu orang Batam. Saya tidak kenal hanya tau saja. Dia di endorse oleh bos saya," ujarnya kepada batamnews.co.id saat dikonfirmasi.
Selain itu, ia juga membeberkan sejumlah link situs judi online yang beroperasi hingga saat ini yaitu, https://lig*b*****.c**/,https://perang***ada***.s**/, https://aman***pa**.c**/, https://akses***pa**.s**/.
"4 situs judi online, ada yang baru mau buka," ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, sindikat pengiriman pekerja judi online dari Batam, diduga bersembunyi dan bermarkas di Kota Batam. Hal ini diungkapkan seorang korban berinisial AZ, yang mengaku dikirim dari Batam ke Kota Poipet, Kamboja. Saat ini, nasibnya terkatung-katung setelah dijadikan admin judi online di sana.
Menurut AZ, ia mengenal tiga orang yang terlibat dalam sindikat tersebut. "Ada tiga orang yang saya kenal," katanya. Ketiganya pernah membuka operasi judi online di sebuah hotel di Pelita, Batam, sebelum akhirnya ditangkap oleh pihak kepolisian.
"Pernah di sebuah hotel di daerah Seraya, dekat terowongan Pelita," tambahnya.
AZ dikirim bersama beberapa orang lainnya ke Kamboja dan diberikan gaji serta fasilitas. Namun, ia mengaku belum menerima gaji dan uang makan bulan ini. “Saya sudah stres tidak makan di sini,” ujarnya kepada batamnews.co.id.
Sebelum bekerja di Poipet, AZ pernah menjadi customer service judi online di Hotel Green View, Batam. Usaha tersebut ditutup oleh polisi dari Bareskrim Mabes Polri setelah penggerebekan. Namun, bos AZ berhasil bebas setelah diduga "membayar" pihak yang berwenang.
Setelah bebas dari hukum di Indonesia, pada 18 Agustus 2022, bos AZ bersama dua rekan lainnya, diduga bernama HB alias Harry, HH alias Hengky, dan HB alias Seiring, membuka usaha judi online di Kamboja dan mempekerjakan kembali F bersama sembilan orang temannya asal Batam.
Para pekerja diberangkatkan ke Kamboja melalui jalur VIP Pelabuhan Harbourbay, Batam. “Kami diberangkatkan lewat jalur VIP line Harbourbay,” ucap AZ. Sesampainya di Kamboja, paspor mereka ditahan oleh salah satu bos, dan mereka bekerja dengan sistem kontrak.
(CR1)
Komentar Via Facebook :