Gercep Stunting, Kepri Targetkan Zero Stunting di Tahun 2024

Gercep Stunting, Kepri Targetkan Zero Stunting di Tahun 2024

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) bersama Pemkab Karimun, menggelar gerakan cepat (Gercep) atasi stunting di Kabupaten Karimun. (Foto: Edo/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Karimun, Batamnews - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) bersama Pemkab Karimun, menggelar gerakan cepat (Gercep) atasi stunting di Kabupaten Karimun.

Sehingga, dengan Gercep Stunting yang dilakukan di setiap Kabupaten/Kota di Kepulauan Riau, mewujudkan terget Kepri zero stunting tahun 2024. Untuk saat ini, angka stunting di Provinsi Kepulauan Riau berada di urutan ke lima nasional, yaitu diangka 15,4 persen.

Ketua TP PPK Provinsi Kepulauan Riau, Dewi Kumala Sari Ansar Ahmad, menyebutkan bahwa kegiatan yang dilakukan, memberikan edukasi kepada masyarakat untuk memelihara konsumsi gizi yang baik bagi bayi dan ibu menyusui, sejalan dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, yang digelar Kamis, 13 Juni 2024.

Baca juga: Pria yang Viral Sebagai Pelaku Hipnotis di Karimun Ternyata Jambret

"Upaya ini bertujuan memberikan stimulasi terhadap masyarakat dari persoalan stunting. Kita ingin menstimulasi terutama para calon pengantin dan bayi, agar para kaum perempuan khususnya menyadari pentingnya hidup sehat dan harus bisa memperhatikan balitanya," kata Dewi.

Program ini, kata dia, menjadi bagian dari upaya PKK dalam memasifkan intervensi penuruan angka stunting di Kepri yang digalakkan secara serentak di tahun 2024.

Saat ini Kepri berada pada urutan kelima nasional dengan provinsi terbaik angka penurunan stunting, yakni mencapai angka 15,4 persen. Persentase ini di bawa rata-rata angka nasional sebesar 21,5 persen.

"Ini yang terus kita kejar agar sesuai dengan harapan kita di angka standarnya di angka 14 persen. Tahun 2024 ini kita harapkan juga Kepri bisa zero stunting," ucap Dewi.

Baca juga: Realisasi APBD Kabupaten Karimun 2023: Pendapatan Mencapai 89,36% dan Belanja Daerah 86,36%

Sementara itu, Bupati Karimun Aunur Rafiq, menyampaikan bahwa gerakan cepat atasi stunting diharapkan dengan cepat mengatasi masalah stunting di Kabupaten Karimun.

"Tentunya, dengan kasus stunting yang terjadi, akan memberikan dampak pada ibu dan anak," ujar Bupati.

Kekurangan gizi juga sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan pada anak, yang bisa menjadikan kurus hingga juga mempengaruhi tinggi badan. Sehingga, dengan tidak adanya angka stunting, dapat meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak, dengan pemenuhan gizi yang cukup.

"Mari kita tekan stunting di Kabupaten Karimun, dengan melibatkan kader-kader posyandu, dinas kesehatan, dan peran masyarakat tentunya untuk sadar akan dampak stunting," ucap Rafiq.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :