Odong-Odong Pak Rahmat: Menjaga Tradisi di Tengah Modernisasi
Odong-odong Pak Rahmat. (Foto: Jesika/Batamnews)
Batam, Batamnews - Di tengah derasnya arus modernisasi, Pak Rahmat memilih jalur yang berbeda dengan melestarikan tradisi wahana hiburan anak, odong-odong. Pengusaha yang telah mengabdikan hidupnya untuk menjaga keceriaan tradisional ini memulai usahanya di awal tahun 2000-an, mengawali karyanya dari sepeda bekas dan kereta mainan.
"Awalnya hanya untuk menghibur anak-anak di sekitar, tapi ternyata banyak yang suka," kata Pak Rahmat. Dari situlah, odong-odong yang ia buat mulai dikenal dan menjadi salah satu hiburan favorit anak-anak di Batam.
Menyadari pentingnya menjaga tradisi, Pak Rahmat terus berupaya mengembangkan odong-odong dengan berbagai inovasi. “Di era digital, sangat penting untuk menjaga agar tradisi tidak hilang. Odong-odong adalah bagian dari masa kecil banyak orang, termasuk saya,” ungkapnya.
Untuk menjawab tantangan zaman, ia tidak hanya mempertahankan tetapi juga meningkatkan kualitas odong-odong dengan menambahkan musik dan lampu warna-warni yang menarik. Keamanan juga menjadi prioritas dengan pemasangan sabuk pengaman di setiap unit.
Baca juga: Dodol Durian Karimun, Primadona Baru Kuliner Nusantara yang Mendunia
"Saya senang melihat anak-anak tertawa dan bahagia saat naik odong-odong. Itu adalah kebahagiaan tersendiri bagi saya," ujar Pak Rahmat, menunjukkan dedikasinya tidak hanya pada bisnis tetapi juga pada kebahagiaan anak-anak.
Pak Rahmat berharap bisa terus menginspirasi lebih banyak orang untuk melestarikan budaya tradisional. Dengan semangat yang tak kunjung padam, ia yakin odong-odong akan tetap eksis dan menjadi bagian dari kenangan indah anak-anak Indonesia.
Kisah Pak Rahmat membuktikan bahwa warisan budaya tidak hanya untuk dikenang tetapi juga untuk dikembangkan dan dinikmati. Melalui odong-odong, ia tidak hanya menghibur tapi juga mendidik generasi muda tentang pentingnya menghargai budaya lokal. Semoga kisah dan dedikasi Pak Rahmat terus menginspirasi dan membawa kebahagiaan bagi generasi yang akan datang.
Penulis: Jesika Putri Novela
Komentar Via Facebook :