Gani Lasya dan Mimpi Anak Pulau (2)
Waktu Kuliah Sering Berutang di Kedai
Konferensi pers para pemain Mimpi Anak Pulau. (Foto: Istimewa/Rum)
BATAMNEWS.CO.ID - Wali Kota Batam Drs. Ahmad Dahlan menyampaikan mengapresiasi film ini. "Film ini menggambarkan sulitnya hidup kala itu," kata Ahmad Dahlan.
Uang kiriman melalui wesel pos yang tiba ke tempat mereka kuliah di Yogyakarta sebulan lamanya. Untuk menutupi kekurangan, dan untuk makan sehari-hari harus berbaik hati pemeilik kedai sekitar tempat kos, atau di kantin kampus.
"Pemilik kedainya galak-galak banget," kenang Ahmad Dahlan. Namun pemilik kedai gemar bermain gaplek, jadi sering diajak main gaplek guna menyenangkan hatinya yang pada gilirannya bisa ngebon untuk makan.
Pemilik kedai orang yang gemar main gaplek itu mengajak mereka ( Gani Lasya dan Ahmad Dahlan) hingga pukul 4 pagi, dan waktu pulang ke tempat kos, pintu digembok.
Akhirnya tidur di masjid, tapi setengah jam kemudian terdengar azan subuh dan bangun mengerjakan sholat berjamaah. " Udah, gak tidur lagi," kata Ahmad Dahlan.
Berbeda dengan saat ini yang pengiriman uang melalui ATM yang dalam waktu hitungan menit sudah bisa diambil. Tapi bila hitung-hitung kadang hutang belum bisa dibayar lunas.
Bintang film Mimpi Anak Pulau ini dibintangi oleh Ray Sahetapy, Ananda Lontoh, Herdin Hidayat, Dato Ahmad Tamimi dan Mardiana Alwi, dan aktor cilik berbakat Daffa Permana. " Saya ingin menjadi penerbang," kata Daffa Permana, aktor pemeran Gani Lasya.
Daffa sempat mengucurkan air mata ketika menceritakan soal bagaimana kehidupan Gani Lasya masa kecil yang gigih menuntut ilmu dengan serba kurang itu.
"Sekarang anak-anak hidup enak, perlu uang minta pada orang tua, serba cukup," katanya sambil mengusap air matanya.
[rum]
Komentar Via Facebook :