Malam Satu Suro: Menyingkap 7 Larangan Mitos yang Dihormati Masyarakat Jawa

Malam Satu Suro: Menyingkap 7 Larangan Mitos yang Dihormati Masyarakat Jawa

Pelaksanaan malam satu suro di salah suro di salah satu wilayah di Kepri

Nurjali

Tanjungpinang, Batamnews - Malam satu Suro, yang jatuh pada bulan Suro dalam penanggalan Jawa, dianggap sebagai momen penting bagi masyarakat Jawa. Selama malam tersebut, terdapat beberapa larangan dan pantangan yang dianggap mitos oleh sebagian orang. Meskipun larangan tersebut tidak memiliki dasar ilmiah, masyarakat Jawa tetap mempercayainya dan menjadikannya sebagai tradisi yang dijunjung tinggi. Berikut adalah 7 larangan yang dianggap mitos pada malam satu Suro.

1. Menghindari acara pernikahan

Masyarakat Jawa umumnya menghindari menggelar acara pernikahan pada bulan Suro, terutama di malam satu Suro. Mereka percaya bahwa bulan ini dipenuhi dengan ritual-ritual sakral lainnya. Oleh karena itu, mengadakan pernikahan pada malam satu Suro dianggap tidak baik dan dapat membawa kesialan.

Baca juga : Dua Orang Nelayan Hilang di Kabupaten Bintan: Pencarian Dilakukan, Koordinasi dengan Malaysia

2. Tidak boleh keluar rumah

Pada malam satu Suro, masyarakat Jawa dianjurkan untuk tetap berdiam diri di dalam rumah. Malam ini dianggap memiliki banyak hal buruk di luar rumah. Dengan menghindari keluar rumah, mereka berharap dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan menjaga diri dari potensi bahaya.

3. Kembalinya arwah leluhur ke rumah

Malam satu Suro dipercayai sebagai waktu ketika arwah leluhur kembali ke rumah keluarga. Oleh karena itu, setiap anggota keluarga diharapkan berdiam diri di rumah dan menyambut arwah leluhur dengan doa-doa. Hal ini dianggap sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan yang baik terhadap leluhur.

Baca juga : Tragis! Tabrakan Maut di Jalan Nusantara Menjelang Peringatan Malam Satu Suro

4. Larangan pindah rumah

Masyarakat Jawa juga meyakini bahwa pindah rumah pada malam satu Suro atau bulan Suro dapat membawa nasib buruk. Oleh karena itu, mereka menghindari kegiatan pindah rumah pada waktu tersebut. Keyakinan ini berakar dari kepercayaan bahwa melanggar larangan ini dapat mengundang kesialan dan ketidakberuntungan di rumah baru.

5. Bertapa bisu dan tidak berisik

Pada malam satu Suro, orang tua di masyarakat Jawa sering mengingatkan agar tetap tenang dan tidak membuat keributan. Mengucapkan kata-kata yang kurang baik dianggap sebagai tindakan yang tidak diinginkan. Masyarakat Jawa meyakini bahwa menjaga ketenangan pada malam tersebut dapat membawa keberuntungan dan menghindari gangguan makhluk halus.

6. Larangan membakar sampah

Larangan membakar sampah pada malam satu Suro juga dipercayai oleh masyarakat Jawa. Mereka meyakini bahwa tindakan ini dapat mendatangkan kesialan dan nasib buruk. Oleh karena itu, mereka menghindari membakar sampah pada malam tersebut untuk menjaga keharmonisan dan menghindari potensi bencana.

7. Larangan membuka usaha baru

Masyarakat Jawa percaya bahwa membuka usaha baru pada malam satu Suro dapat membawa kesialan. Hal ini dipercaya karena malam tersebut dianggap memiliki energi yang khusus dan tidak stabil. Masyarakat Jawa meyakini bahwa memulai usaha baru pada malam tersebut dapat menghadirkan banyak hambatan dan kegagalan.

Meskipun larangan-larangan tersebut lebih bersifat mitos dan tidak didasarkan pada bukti ilmiah, tradisi ini tetap dijaga dan dihormati oleh masyarakat Jawa. Mereka menganggap penting untuk menjaga adat dan mematuhi larangan-larangan tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan keyakinan nenek moyang mereka.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait