Ini Menteri yang "Difavoritkan" Tersingkir di Reshuffle Jilid II
Ilustrasi. (foto:ist/net)
BATAMNEWS.CO.ID, Jakarta - Isu reshuffle di kabinet Jokowi makin santer. Beberapa menteri dilaporkan memiliki kinerja buruk akan tersingkir. Siapa saja?
Pengamat politik menilai bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang Kementeriannya dipimpin oleh Menteri Rini Soemarno hanya menjadi beban negara. Bahkan, BUMN di bawah binaan Rini dianggap telah membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Nyaris APBN Jokowi gagal. Kerja keras saja tidak cukup, karena BUMN hanya jadi beban negara," kata pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satriodi, diskusi di Cikini, Minggu (10/1/2016).
Sejak awal, kata dia, Jokowi juga sudah mengeluhkan bahwa menteri-menteri di kabinetnya bukan orang-orang terbaik. Saat pengumuman dulu Jokowi terlalu fokus kepada simbol-simbol, baju digulung dan lainnya.
"Dimaklumi, dia harus terima saran dan akomodatif. Tapi sekarang kondisinya beda, kalau reshuffle maka lebih baik Presiden yang milih, boleh saja ada saran JK," kata dia.
Direktur Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, juga menerangkan, jika memang akan dilakukan reshuffle kabinet jilid II, maka Jokowi perlu untuk hati-hati memilih mana menteri yang akan dieliminasi. Meski demikian, Uchok juga menilai bahwa Menteri BUMN memang pantas untuk diganti.
"Rini tidak punya legitimasi, aset-aset mau dijual, utang seenaknya. Rini harus diistirahatkan, jangan digeser ke pos lain," kata Uchok.
Sementara itu Aktivis Petisi 28, Haris Rusly Moti, mengatakan bahwa Kementerian BUMN hanya menjadi untuk menjalankan proyek-proyek infrastruktur pemerintah yang dananya justru berhutang ke Asing atau luar negeri.
"Kementerian yang dipimpin Menteri Rini Soemarno, itu hanya menjadi bendera, untuk menjalankan projek-proyek infrastruktur, tapi duitnya dari asing," ujarnya.
(ind/bbs)
Komentar Via Facebook :