Pekerja di Lahan PT MIP Dikeroyok Sejumlah Orang di Baloi Kolam, Cahya: Polisi Harus Bertindak

Pekerja di Lahan PT MIP Dikeroyok Sejumlah Orang di Baloi Kolam, Cahya: Polisi Harus Bertindak

Petugas keamanan lahan milik PT MIP di Baloi Kolam yang menjadi korban pengeroyokan. (Foto: ist)

Batam, Batamnews - Sejumlah orang mengeroyok salah satu petugas keamanan lahan milik PT Mega Indah Propertindo (MIP) yang berada di RT 08/RW 16, Baloi Kolam, Kota Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (19/11/2022).

Setidaknya ada sekitar 100 orang setempat yang mendatangi lahan itu. Sebelumnya mereka sempat menuntut dan menanyakan legalitas lahan PT MIB kE BP Batam.

Gejolak sudah berlangsung beberapa tahun silam. Selaku pemilik lahan, PT MIP hanya melakukan penggarapan proyek di sana sesuai prosedural.

Korlap PT MIP, Lambertus menyebut, saat ini mereka fokus pada penggarapan jalan di lahan tersebut. Hanya saja hal itu tak diterima warga lantaran diklaim lahan itu merupakan kawasan hutan lindung.

Padahal, lanjut dia, lahan itu sudah memiliki legalitas kuat dari BP Batam. Alhasil, warga yang tak terima pun main hakim sendiri.

"Anggota kita satu dikeroyok. Camp kita dibakar. Sempat terjadi adu mulut, tiba-tiba seorang warga menendang anggota kita dari belakang ditendang dan dikeroyok lebih dari 20 orang," ujar Lambert.

"Sekarang (kondisi) anggota kita sudah di RS Budi Kemuliaan. Ada memar di sekujur tubuh. Banyak juga luka ringan," katanya.

"Kami sanggupi permintaan mereka untuk ke otorita (BP Batam), tapi pas kami ke sana mereka nggak datang dengan alasan otorita harus mengundang mereka," kata dia.

Hal itu pun menimbulkan polemik. Sampai-sampai salah satu anggota keamanan proyek di lahan itu dianiaya.

"Kita minta pelaku ditangkap dan ditindak secara hukum, kalau tidak kami pihak keluarga dan perusahaan akan turun dengan jumlah besar," pungkasnya.

Selanjutnya,...

 

Polisi Harus Tindak Premanisme

Sementara itu, Ir Cahya selaku pemilik lahan PT MIP menyayangkan kejadian tersebut. Anggotanya yang sedang bertugas malah dikeroyok oleh sejumlah warga.

Ia mengatakan, sekelompok warga ini sudah sering mengganggu petugas, menghambat pekerjaan. Pihaknya pun sudah melapor kepada pihak yang berwajib akan itu.   

"Selama ini kami selalu mengedepankan hukum, dan kami berharap warga juga demikian. Ada jalur hukum yang bisa ditempuh. Anggota kami korban pengeroyokan sekarang masih dirawat di RS, dan tentu kasus ini kami laporkan ke pihak berwajib untuk ditindaklanjuti," kata Cahya.

Jika hal-hal seperti ini dibiarkan, Cahya mempertanyakan bagaimana Batam bisa menarik investor. Oleh karena itu pihaknya minta atensi aparat keamanan untuk menindak aksi-aksi premanisme seperti yang menimpa anggotanya itu. 

(jun)
Komentar Via Facebook :