BMKG Berikan Ilmu Modern Bagi Puluhan Nelayan Natuna Hadapi Cuaca di Laut

BMKG Berikan Ilmu Modern Bagi Puluhan Nelayan Natuna Hadapi Cuaca di Laut

Kegiatan Sekolah Lapangan Cuaca Nelayan (SLCN) di Natuna Hotel, Jumat (16/09/22). (Foto: Yanto/Batamnews)

Natuna, Batamnews - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Ranai Kabupaten Natuna menggelar kegiatan Sekolah Lapangan Cuaca Nelayan (SLCN) di Natuna Hotel, Jum’at (16/09/22).

Kegiatan SLCN diikuti oleh 60 orang peserta termasuk perwakilan nelayan Natuna.

Kepala Stasmet Ranai, Feriomex Hutagalung menyampaikan SLCN merupakan kegiatan yang diselenggarakan dengan konsep sekolah lapangan untuk memberikan informasi kepada publik diantaranya melalui surat menyurat, website, aplikasi piranti bergerak, telepon, fax, serta penyampaian langsung kepada beberapa instansi terkait, termasuk kepada nelayan dan pengusaha perikanan.

Baca juga: Cuaca Ekstrem, BMKG Ingatkan Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Kepri

Ferio menyampaikan apresiasi BMKG pusat serta Pemerintah Kabupaten Natuna yang telah mendukung kegiatan SLCN yang sangat bermanfaat bagi nelayan, terutama dalam memahami prakiraan cuaca.

"Saya berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi nelayan dan semua stakeholder yang terlibat dalam kegiatan SLCN,” harapnya.

Ferio menambahkan, pada tahun 2022 ini kegiatan SLCN di Kabupaten Natuna akan dilaksanakan sebanyak dua periode di Ranai dan di Selat Lampa.

Baca juga: Analisis BMKG Terkait Gempa Berkali-kali di Mentawai

Asisten Pemerintahan dan Pembangunan Pemkab Natuna, Basri berharap kegiatan ini dapat terus terlaksana tidak hanya untuk nelayan Natuna yang ada di pulau Bunguran Besar, tetapi juga bisa menyentuh nelayan-nelayan yang ada di kecamatan terluar.

“Saya berharap kegiatan ini dapat juga dilaksakan di kecamatan luar pulau Bunguran Besar, seperti Pulau Serasan, Midai, Subi dan kecamatan terluar Pulau Laut. Natuna ini luas, kami berharap kepada BMKG agar kegiatan SLCN juga dilaksanakan di sana, tidak hanya sebatas di Pulau Bunguran Besar,” harap Basri.

Sekolah nelayan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan terkait terkait layanan informasi cuaca dan iklim maritim BMKG yang berasal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

(Yan)

Berita Terkait