Ratusan Karyawan PT BBA Galau, Dewan Singgung Apindo-Kadin

Ratusan Karyawan PT BBA Galau, Dewan Singgung Apindo-Kadin

Karyawan PT BBA duduk bersama jajaran dewan di Komisi IV DPRD Batam, pada Rabu (27/7/2022).

Batam, Batamnews - Ratusan karyawan terdampak penutupan PT BBA di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), galau. Mereka menuntut hak-hak yang belum terbayar oleh pihak perusahaan.

Diketahui, pemilik PT BBA saat ini sudah kabur ke Singapura. Sementara perusahaan tersebut sudah dilimpahkan ke likuidator dan kuasa hukum mereka.

Pekerja yang terdampak mengeluhkan hal tersebut. Mereka pun akhirnya diberikan ruang untuk duduk bersama jajaran dewan di Komisi IV DPRD Batam, pada Rabu (27/7/2022).

Usai rapat, anggota Komisi IV DPRD Batam, Mustofa menyampaikan dan meminta para pekerja untuk tetap berhati-hati dalam menuntut hak.

"Karyawan PT BBA menuntut haknya dari penutupan perusahaan tersebut, salah satunya untuk mendapat pesangon sebesar Rp 1 miliar," ujarnya.

Ia mengaku jika masih banyak pengusaha 'hitam' yang ada di Batam. Mereka kerap tidak ingin bertanggungjawab atas perkara yang terjadi di lingkup perusahaan dan terkesan lepas tangan atas nasib para pekerja.

"Penutupan perusahaan ini sering terjadi di Batam. Para pemilik kabur hingga pada akhirnya dibebankan pada pemerintah setempat," kata Mustofa.

Politisi PKS itu juga menyebut bahwa peran organisasi pengusaha sangat dibutuhkan. Dalam hal ini yakni Apindo dan Kadin setempat yang diminta untuk memposisikan diri ke para pekerja yang kena imbas.

"Kadin dan Apindo juga harus berperan untuk ini. Jangan memposisikan seolah-olah bahwa pengusaha di Batam itu bagus semua," kata dia.

Dalam RDP, tak ada terlihat perwakilan dari PT BBA. Begitu juga likuidator dan kuasa hukum yang kini dimandatkan untuk menyelesaikan masalah.

(jun)