Bos Djarum Pegang Rekor, Ini Daftar 50 Orang Terkaya di Indonesia 2015
Lima diantara 50 orang terkaya di Indonesia. (foto: ist/net)
BATAMNEWS.CO.ID, Jakarta - Bos perusahaan rokok Djarum, Budi Hartono dan Michael Hartono masih berada di peringkat atas dalam urutan orang terkaya Indonesia selama tujuh tahun berturut-turut. Total kekayaan Hartono bersaudara itu tercatat sebesar US$ 15,4 miliar, turun dibandingkan posisi tahun lalu US$1 6,5 miliar. Keduanya masih mengandalkan perusahaan rokok keluarga, Djarum dan Bank Central Asia (BCA).
"Selama dua tahun terakhir memang kekayaan sejumlah orang terkaya di Indonesia menurun akibat melemahnya nilai tukar rupiah serta menurunnya harga minyak sawit dan batu bara," kata Penasihat Redaksi Forbes, Justin Doebele di Jakarta, Jumat (04/12/2015).
Kata dia, orang-orang terkaya di Indonesia mengalami penurunan sebesar sembilan persen atau sekitar sembilan miliar dolar. "Tahun ini merupakan tahun yang penuh tantangan bagi perekonomian Indonesia dan penurunan nilai kekayaan dari orang terkaya di Indonesia mencerminkan realitas yang terjadi," ujar Justin Doebele.
Rival bisnis keluarga Hartono di industri rokok, Susilo Wonowidjojo juga masih mengekor di posisi kedua meski nilai asetnya turun dari US$ 8 miliar pada tahun lalu menjadi US$ 5,5 miliar. Kejatuhan harga saham Gudang Garam pada tahun ini dinilai menjadi penyebab anjloknya kekayaan Susilo sebesar US$ 2,5 miliar.
Pada peringkat dua dan tiga juga masih ditempati oleh miliuner Anthoni Salim dan Eka Tjipta Widjaja. Kekayaan Anthoni ditaksir sebesar US$ 5,4 miliar, turun dari tahun lalu US$ 5,9 miliar. Bos PT Indofood Sukses Makmur Tbk ini masih mengandalkan berbagai lini usahanya di industri gula, produk makanan, telekomunikasi, ritel, properti, dan perbankan.
Sementara kekayaan Eka Tjipta, Bos Sinar Mas Group juga turun dari US$ 5,8 miliar menjadi US$ 5,3 miliar akibat anjloknya harga minyak sawit. Lini bisnis sawitnya, PT Golden Agri Resources tercatat mengalami kejatuhan harga saham sekitar 30 persen pada tahun lalu.
Menyodok di peringkat kelima, Chairul Tanjung dengan nilai kekayaan sebesar US$ 4,8 miliar. Bos CT Corps ini menggeser Sri Prakash Lohia ke posisi enam setelah asetnya membengkak US$5 00 juta berkat berbagai varian bisnisnya. CT tercatat memiliki usaha di industri media, ritel, perbankan, waralaba, gaya hidup, hiburan dan perkebunan.
Sri Prakash Lohia harus puas turun peringkat ke posisi enam setelah bertukar posisi dengan Chairul Tanjung. Padahal, kekayaan Bos Indorama Group ini naik sebesar US$ 400 juta menjadi US$4,7 miliar.
Pengusaha produsen minyak sawit nasional, Bachtiar Karim secara mengejutkan lompat ke posisi ketujuh dari sebelumnya berada di peringkat 12. Lewat bendera bisnis Musim Mas, kekayaannya melonjak signifikan, dari US$ 2 miliar menjadi US$ 3,3 miliar.
Berikut daftar lengkap 50 orang terkaya Indonesia versi Forbes:
1. Keluarga Hartono : 15,4 miliar dollar AS, Djarum
2. Susilo Wonowidjojo : 5,5 miliar dollar AS, tembakau
3. Anthoni Salim : 5,4 miliar dollar AS, bisnis terdiversifikasi
4. Eka Tjipta Widjaja : 5,3 miliar dollar AS, minyak kelapa sawit
5. Chairul Tanjung : 4,8 miliar dollar AS, bisnis terdiversifikasi
6. Sri Prakash Lohia : 4,7 miliar dollar AS, polyester
7. Bachtiar Karim : 3,3 miliar dollar AS, manufaktur
8. Boenjamin Setiawan : 3 miliar dollar AS, farmasi
9. Mochtar Riady : 2,2 miliar dollar AS, bisnis terdiversifikasi
10. Tahir : 2 miliar dollar AS, bisnis terdiversifikasi
11. Peter Sondakh : 1,9 miliar dollar AS, investasi
12. Kusnan dan Rusdi Kirana : 1, 88 miliar dollar AS, maskapai penerbangan
13. Murdaya Poo : 1,85 miliar dollar AS, bisnis terdiversifikasi
14. Putera Sampoerna : 1,65 dollar AS, investasi
15. Eddy Kusnadi Sariaatmadja : 1,6 miliar dollar AS, media dan teknologi
16. Ciputra : 1,5 miliar dollar AS, real estate
17. Eddy Katuari : 1,45 miliar dollar, consumer goods
18. Eka Tjandranegara : 1,4 miliar dollar AS, real estate
19. Kuncoro Wibowo : 1,38 miliar dollar AS, ritel
20. Theodore Rachmat : 1,35 miliar dollar AS, bisnis terdiverdifikasi
21. Ciliandra Fangiono : 1,3 miliar dollar AS, minyak kelapa sawit
22. Djoko Susanto : 1,2 miliar dollar AS, ritel
23. Husodo Angkosubroto : 1,1 miliar dollar AS, agribisnis, properti, asuransi
24. Achmad Hamami : 1,15 miliar dollar AS, alat berat
25. Martua Sitorus : 1,13 miliar dollar AS, minyak kelapa sawit
26. Soegiarto Adikoesoemo : 1,08 miliar dollar AS, kimia
27. Low Tuck Kwong : 1,05 miliar dollar AS, batu bara
28. Hary Tanoesoedibjo : 1 miliar dollar AS, media
29. Purnomo Prawiro : 990 juta dollar AS, taksi
30. Rasyid Abdul : 975 juta dollar AS, kayu
31. Harjo Sutanto : 970 juta dollar AS, consumer goods
32. Husain Djojonegoro : 950 juta dollar ASm consumer goods
33. Edwin Soeryadjaya : 930 juta dollar AS, batu bara, investasi
34 . Sukanto Tanoto : 880 juta dollar AS, bisnis terdiversifikasi
35. Aksa Mahmud : 850 juta dollar AS, semen
36. Alexander Tedja : 825 juta dollar AS, real estate
37. Hashim Djojohadikusumo : 750 juta dollar AS, bisnis terdiversifikasi
38. Kartini Muljadi : 715 dollar AS, farmasi
39. Benny Subianto : 710 juta dollar AS, batu bara, investasi
40. Sudhamek : 665 juta dollar AS, consumer goods
41. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono : 660 juta dollar AS, minyak kelapa sawit
42. Garibaldi Thohir : 605 juta dollar AS, batu bara
43 . Osbert Lyman : 600 juta dollar AS, properti
44. Jogi Hendra Atmadja : 590 juta dollar AS, consumer goods
45. Iwan Lukminto : 540 juta dollar AS, tekstil
46 . Sjamsul Nursalim : 470 juta dollar AS, ban, ritel
47. Irwan Hidayat : 460 juta dollar AS, jamu
48. Arifin Panigoro : 450 juta dollar AS, minyak
49. The Ning King : 410 juta dollar AS, bisnis terdiversifikasi
50. Soetjipto Nagaria : 400 juta dollar AS, real estate
Sumber: Forbes
(ind/bbs)

Komentar Via Facebook :