Beda Percakapan Zelensky dan Putin ke Jokowi

Beda Percakapan Zelensky dan Putin ke Jokowi

Ada perbedaan pembahasan saat Jokowi menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelenzky dan Presiden Rusia Vladimir Putin beberapa waktu lalu. (Biro Pers Sekretariat Presiden).

Batam - Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) telah menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin guna meredakan perang yang terjadi di antara dua negara tersebut. Ia juga telah berbicara kepada dua kepala negara untuk mengakhiri perang yang terjadi sejak Februari 2022 tersebut.

Tapi, dalam pepertemuan itu terdapat sejumlah perbedaan pembahasan antara Jokowi-Zelensky dan Jokowi-Putin.

Berikut perbedaan pembahasan dua pertemuan itu dikutip dari CNN Indonesia

Jokowi-Zelensky

Jokowi bertemu Zelensky di Kyiv pada Rabu (29/6/2022). Dalam pertemuan ini terdapat sejumlah poin yang mereka bahas mulai dari menyatakan empati hingga siap menjadi jembatan antara Rusia-Ukraina

1. Sampaikan Empati

Sebelum bertatap muka dengan Zelensky, Jokowi dan delegasi menyempatkan diri mengunjungi puing-puing bekas perang di kota Irpin. Ia lalu menyatakan empatinya dan berharap perang segera berakhir.

"Sangat menyedihkan sekali, banyak rumah-rumah yang rusak kemudian juga infrastruktur rusak," kata Jokowi dalam pernyataan resmi.

Ia juga mengungkapkan seruan agar tak ada lagi wilayah mana pun di Ukraina rusak akibat perang.

2. Ukraina Hadiri KTT G20

Dalam pertemuan itu, Jokowi juga mengundang Zelensky hadir di pertemuan puncak KTT G20 di Bali pada November mendatang.

Zelensky menerima undangan dari RI dan bersedia hadir dalam forum itu

3. Bahas Visa Bebas

Indonesia dan Ukraina menyepakati aturan bebas visa dalam pertemuan antara Jokowi dan Zelensky.

"Dengan senang hati saya menginformasikan kepada kalian kesepakatan kami untuk bebas visa kunjungan antara negara kami," ujar Zelensky dalam konferensi pers bersama.

4. Mendorong Dialog Damai

Jokowi juga mendorong dialog damai antara Ukraina-Rusia saat berdiskusi dengan Zelensky.

Usai melawat di Ukraina, Jokowi bertolak ke Rusia bertemu Putin pada Kamis (30/6).

Jokowi-Putin

1. Bahas Hubungan Bilateral

Saat bertemu Jokowi, Putin menegaskan hubungan yang dekat dan sudah terjalin lama dengan Indonesia. Putin bahkan menyebut jasa Rusia, yang saat itu Uni Soviet, di awal-awal kemerdekaan RI.

"Saya ingatkan kembali bahwa negara kami membantu Indonesia membangun kenegaraan dan memperkuat posisi republik muda di kancah internasional," ujar Putin.

 

2. Progres Kerja Sama

Putin juga menjelaskan progress kerja sama antar dua negara ini.

Menurutnya, kerja sama perdagangan dan ekonomi menunjukkan dinamika positif. Pada 2021, misalnya, perdagangan bilateral tumbuh lebih dari 40 persen, dan naik lebih dari 65 persen dalam lima bulan pertama tahun ini.

"Dalam konteks ini, kedua belah pihak menyatakan minatnya untuk meningkatkan kerja Komisi Gabungan Rusia-Indonesia untuk Kerjasama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik," jelas Putin.

3. Mendukung KTT G20

Putin tak menyinggung soal kehadiran. Namun dia mendukung presidensi Indonesia di KTT G20.

Sebelumnya, Kremlin memastikan akan hadir di forum ekonomi itu. Sejauh ini, belum ada rincian lebih lanjut apakah akan hadir secara fisik atau virtual.

4. Tegaskan Perdamaian dan Kemanusiaan

Saat bertemu Putin, Jokowi menegaskan soal perdamaian dan kemanusiaan.

"Isu-isu yang berkaitan dengan perdamaian dan kemanusiaan selalu menjadi prioritas kebijakan luar negeri Indonesia," kata Jokowi.

5. Jamin Pasokan Pangan dan Pupuk

Jokowi mengaku telah membahas panjang lebar tentang pentingnya jaminan pasokan pangan dan pupuk bagi masyarakat dunia. Ratusan juta orang terkena dampak gangguan logistik pasokan pangan, terutama di negara berkembang.

"Saya menghargai Presiden Putin mengatakan bahwa Rusia menjamin keamanan pasokan makanan dan pupuk tidak hanya dari Rusia tetapi juga dari Ukraina," kata dia,

Selain itu ada beberapa poin persamaan dua pertemuan tersebut. Pertama Jokowi mendorong dialog terbuka terhadap Putin dan Zelensky. Kedua, ia siap menjadi jembatan komunikasi juru damai, dan ketiga menyinggung soal pasokan pangan.
 

(fox)