Kadin Upayakan Regulasi Harga Tiket Feri Batam-Singapura dan Malaysia

Kadin Upayakan Regulasi Harga Tiket Feri Batam-Singapura dan Malaysia

Feri penyeberangan Batam-Singapura. (Foto: ist)

Batam, Batamnews - Harga tiket pelayaran feri dari Batam ke Singapura dan Malaysia naik.  Hal ini dikeluhkan para calon penumpang. 

Jika sebelum pandemi warga dari Batam bisa bolak-balik ke negeri jiran hanya dengan tarif Rp500 ribu (PP), kini menjadi Rp700 ribu (PP). Bahkan sebelumnya sampai menyentuh harga Rp800 ribu (PP) saat gerbang pelayaran internasional kembali dibuka pasca-pandemi.

Kamar Dagang Industri (Kadin) Kota Batam menangkap masalah belum adanya aturan baku penetapan tarif penyeberangan dari Batam ke negeri jiran bagi operator pelayaran.

Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk menilai para agen pelayaran menetapkan tarif yang diatur masing-masing.

"Penetapan tarif tiket yang diatur sendiri-sendiri bahkan dari mereka ada yang bersaing soal ini," kata Jadi kepada wartawan, Kamis (23/6/2022).

Sebelumnya Kadin Batam mengundang para agen perjalanan yang melayani rute penyeberangan Batam ke negara tetangga tersebut.

Kadin dikatakannya dalam hal ini akan mendorong pemerintah untuk mengatur tarif tiket. Juga menetapkan batasan harga terendah sampai tertinggi.

"Pemerintah harus ikut serta untuk itu. Kalau satu mata rantai saja bermasalah, maka yang lain juga ikut bermasalah," ujarnya.

Kadin Batam juga sebelumnya mengadakan rapat bersama para pengusaha atau agen tiket pelayaran internasional, di Gedung Kadin Batam, Rabu (22/6).

Pihaknya mengundang sejumlah agen tiket pelayaran untuk berembuk menyelesaikan persoalan tersebut dan mencari solusi bersama.

Beberapa hal yang jadi pemicu naiknya harga tiket tersebut disebutkan Jadi, diantaranya ialah harga minyak dunia yang melambung.

"Selain itu, kapal-kapal itu membeli minyak di Singapura. Namun ada pertanyaan kenapa beli minyak di sana?," ujar Jadi.

Diketahui, tarif tiket PP ke negara tetangga dulunya diharga Rp 800 ribu. Namun sekarang turun jadi Rp 700 ribu. "Dari situ kita lihat, artinya ini bisa diturunkan lagi harganya," kata dia.

Selain harga tiket, untuk menggairahkan kembali pariwisata di Batam, banyak masalah yang harus diselesaikan. 

Seperti Visa on Arrival (VoA) yang diberlakukan untuk Korea.

"Visa on Arrival untuk Korea yang dulu bisa free sekarang dimunculkan lagi. Kemudian proses ketika datang yang terhambat dari perekaman data dari aplikasi PeduliLindungi. Ini menurut saya perlu diselesaikan," ucapnya.

(jun)