Antisipasi Penyakit PMK, Pasokan Ternak akan Jalani Karantina Usai Tiba di Batam

Antisipasi Penyakit PMK, Pasokan Ternak akan Jalani Karantina Usai Tiba di Batam

Kapal pengangkut 320 ekor sapi tiba di Pelabuhan Beton Sekupang

Batam, Batamnews -  Pasokan sapi untuk Idul Adha tiba di Batam. Sebanyak 320 ekor sapi itu diangkut dari Bali dengan kapal KLM Murni yang sandar di Pelabuhan Sekupang, Kota Batam, Senin (20/6/2022).

Ketua Asosiasi Pedagang Ternak Sapi dan Kambing Kota Batam, Musofa mengatakan kedatangan ini merupakan kapal pertama. Kapal kedua akan tiba Kamis mendatang.  “Kapal kedua akan membawa 494 ekor sapi dari Lampung Tengah,” ujar Musofa. 

Kedatangan sejumlah sapi itu untuk memenuhi kebutuhan sapi di Kota Batam. Musofa menyebutkan kebutuhan sapi untuk kurban mencapai 3.160 ekor, sedangkan kambing mencapai 14.500 ekor. 

Menjelang perayaan Idul Adha 20 hari lagi, pihaknya sedang mengusahakan agar kebutuhan hewan kurban dapat tercapai. 

“Kami sebagai pelaku usaha berusaha semaksimal mungkin, kami sudah order 3 kapal lagi, jika kapal keenam dan ketujuh bisa nyandar, maka kekurangannya akan sedikit,” jelasnya. 

Sedangkan hewan kurban jenis Kambing, juga sedang diusahakan untuk mencukupi kebutuhan. Pihaknya optimis kekurangan kambing akan sedikit, karena satu kapal bisa berisikan tiga ribu ekor. 

“Kami sudah pesan 3 kapal untuk kambing, jadi nanti bisa datang 9 ribu ekor,” katanya. 

Pengawasan ternak diperketat

Setelah penyakit mulut dan kaki (PMK) mewabah, mekanisme pengiriman hewan ternak seperti sapi dan kambing diperketat. Musofa menyebutkan protokol kesehatan yang diterapkan dimulai dari daerah asal hewan ternak. 

Seperti ketika hewan ternak itu dikirimkan dari Bandar Lampung melalui Pelabuhan Panjang, kapal pengangkut hewan ternak ketika sudah bersandar di pelabuhan segera disemprot dengan cairan disenfektan. Kemudian dalam kapal diberi alas rumput agar tidak licin. 

“Pihak karantina hewan mengecek setiap kandang yang telah ditentukan, lalu mengambil sampel swab untuk test PCR terhadap hewan, jika dinyatakan sehat, maka akan dibawa ke pelabuhan,” katanya.

Sebelumnya, truk pengangkut hewan terlebih dahulu disemprot disenfektan. Hewan-hewan itu kemudian dibawa ke dalam kapal. Selanjutnya pihak karantina hewan memberi segel kepada kapal. Setibanya di Batam, segel dibuka oleh petugas karantina setempat. 

“Hewan-hewan itu tidak langsung ke kandang tapi diisolasi di Dangas selama 2-3 hari. Setelah dinyatakan sehat kemudian dibawa ke kandang masing-masing,” kata dia.

(ret)