Menanti Status Endemi Covid 19 Setelah Lebaran

Menanti Status Endemi Covid 19 Setelah Lebaran

Raja Dachroni.

Oleh: Raja Dachroni

Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT, lebaran tahun ini sebagian besar masyarakat Indonesia bisa merayakan dengan riuh gembira dibanding tahun-tahun sebelumnya dikarenakan efek pandemi yang membuat kita terpaksa di rumah saja dalam merayakan hari raya Idul Fitri.

Sehingga wajar kemudian ketika kran mudik dibuka dengan syarat-syarat tertentu disambut dengan penuh antusias. Pelabuhan, stasiun kereta api dan bandara begitu padat. Jalan raya di wilayah-wilayah tertentu juga padat merayap.

Seolah-olah wabah pandemi sudah tidak ada. Mungkin inilah titik jenuh, tanpa diatur oleh pemerintah pun sepertinya masyarakat sudah mulai berdamai dengan wabah.

Kendati demikian, pemerintah republik ini tampaknya belum akan mengubah status pandemi menjadi endemi seperti yang kita harapkan selama ini.

Masih ada kebijakan pembatasan sosial walau dalam prakteknya tidak banyak yang teraplikasi juga di lapangan.  Secara pribadi, saya berharap dan berdoa di penghujung Ramadan semoga status pandemi setelah idul fitri 1443 Hijriah bisa berakhir.

Saatnya kita bangkit dari pandemi ini. Saya meyakini puasa sebulan penuh selama Ramadan juga telah mampu menguatkan imunitas tubuh umat Islam karena selama itu proses detoksifikasi berlangsung asal memang konsumsi berbuka dan sahurnya penuh dengan serat atau nutrisi yang benar-benar diperlukan oleh tubuh.

Meminjam bahasa medisnya adalah endemi seperi yang ditulis dr. Novrina W. Resti dalam tulisannya, "Memahami Istilah Endemi, Epidemi dan Pandemi," di website kemdikbud.go.id, endemi merupakan keadaan atau kemunculan suatu penyakit yang konstan atau penyakit tersebut biasa ada di dalam suatu populasi atau area geografis tertentu. Contoh penyakit endemi di Indonesia adalah malaria dan demam berdarah dengue (DBD).

Dari pantauan berbagai media siber ada lima negara yang sudah menetapkan status endemi sebelum Ramadan diantaranya Swedia, Denmark, Prancis, Italia dan Korea Selatan.

Selain lima negara di atas negara tetangga juga siap-siap untuk meniru hal yang serupa diantaranya adalah Malaysia, Thailand dan Vietnam. Ini merupakan negara Asia Tenggara.

Indonesia kapan? Kita belum pernah mendengar secara tegas rencana pemerintah terkait keberaniannya menetapkan status endemi. Di beberapa media siber yang tertangkap oleh saya adalah bulan September.

Tentu kita berharap, Indonesia juga harus bisa menskenariokan status endemi ini. Masyarakat kita lewat pemaksaan secara tidak langsung wajib vaksin booster untuk pemudik ini idealnya menjadi catatan tersendiri bagi negara.

Banyak yang merelakan dirinya demi mudik mau vaksin booster walau efeknya deman-demam. Rindu akan mudik mengalahkan kecemasan efeknya. Via kebijakan administratif wajib vaksin mudik membuat program vaksinasi cukup sukses.

Dengan demikian idealnya imunitas tubuh masyarakat kita sangat kuat. Jadi, wajar kemudian kalau saya dan masyarakat berharap status pandemi segera berakhir dan bisa menjadi status endemi.

Melalui momentum idul fitri ini semoga Allah SWT mengangkat wabah ini dan negara diberikan petunjuk jalan oleh Nya agar digerakkan pemimpinnya untuk berani menetapkan status pandemi menjadi endemi.

Selamat hari raya Idul Fitri 1443 hijriah untuk kita semua. Besar harapan kita semua agar cerita pandemi usai lebaran idul fitri tahun ini bisa disudahi, kita tunggu saja pemerintah nanti menetapkan status pandemi menjadi endemi usai lebaran nanti. Semoga!

Penulis adalah Ketua Komunitas Peduli Kampung Sendiri (KPKS) Tanjungpinang - Bintan.