Ngeri, Remaja 16 Tahun Tewas Diterkam Buaya saat Menimba Air di Kali

Ngeri, Remaja 16 Tahun Tewas Diterkam Buaya saat Menimba Air di Kali

Ilustrasi

Kupang, Batamnews - Seorang remaja dari desa Oanmane, Malaka, NTT, Maria Pricilia Nahak (16) dilaporkan tewas usai diterkam buaya saat mengambil air bersih di Kali Benenain bersama adik dan temannya.

Peristiwa yang merenggut nyawa Siswi SMA itu terjadi Jumat (31/12/2021) lalu sekitar pukul 07.30 WITA.

"Iya, diterkam buaya di kali Benenain," ujar Kasat Reskrim Polres Malaka, IPTU Jamari dilansir dari CNNIndonesia.com, Senin (3/1/2022).

Diterangkan Djamari, peristiwa tersebut berawal dari korban Maria bersama adiknya Stevania Nirmala Nahak (12) dan teman korban Olivia Luruk mendatangi Kali Benenain untuk mengambil air bersih di tepi kali.

Baca juga: Tulang Manusia Ditemukan dalam Perut Buaya di Kecamatan Bulang Batam

Korban Maria, tambah Jamari, sebelum menimba air, sempat mencuci jerigen yang dibawa untuk mengisi air bersih yang akan diambil.

Saat sedang membersihkan jerigen tersebut, tiba-tiba muncul seekor buaya dan menerkam korban Maria. Buaya tersebut langsung menyeret tubuh korban ke dalam air hingga tubuh korban menghilang dalam air.

"Diterkam (buaya) di pinggang kanan dan diseret masuk ke dalam air," jelasnya.

Melihat kejadian tersebut, kedua saksi yakni Stevania dan Olivia tidak dapat berbuat banyak. Olivia lalu menyuruh Stevania untuk memberitahukan ke warga dan keluarga di Desa Oanmane lainnya tentang peristiwa tersebut.

Baca juga: Warga Pulau Jaloh Batam Tangkap Buaya 4 Meter Diduga Pemangsa Manusia

Warga desa dan keluarga lalu berdatangan ke tepi sungai untuk mencari korban.

"Jadi warga dan keluarga langsung ke sungai untuk cari korban yang telah diseret buaya," kata Jamari.

Dia menyebutkan, setelah dilakukan pencarian hampir tiga jam oleh warga dan keluarga, korban berhasil ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Korban mengalami luka robek bekas gigitan di pinggang kanan. Usai ditemukan jenazah korban langsung dibawa ke rumah orang tuanya untuk disemayamkan.

"Keluarga juga telah menerima kematian korban dan menganggap sebagai musibah sehingga tidak dilakukan autopsi," tutup Jamari.

(ruz)