Tiga Ekor Macan Tutul Salju Mati Terpapar Corona

Tiga Ekor Macan Tutul Salju Mati Terpapar Corona

Macan tutul salju. (Foto: i-Stock)

New York - Tiga ekor macan tutul salju koleksi sebuah kebun binatang di Lincoln, Nebraska mati karena komplikasi terkait Covid-19.

Kebun Binatang Anak-anak Lincoln menyesali kematian Ranney, Everest dan Makalu dalam sebuah posting Facebook di halaman resminya pada Jumat (12 November) malam.

"Kehilangan ini benar-benar memilukan, dan kami semua berduka bersama," kata pernyataan itu.

Macan tutul salju bukan satu-satunya hewan yang tertular virus di fasilitas itu. Kebun Binatang Anak-anak Lincoln telah menerbitkan pernyataan pada 13 Oktober yang mengungkapkan bahwa macan tutul salju dan harimau Sumatera telah "dites positif terkena virus yang menyebabkan Covid-19".

Kebun binatang telah mengumpulkan sampel usap hidung dan feses setelah penjaga hewan "mengamati gejala yang konsisten dengan virus pada kucing", yang dapat mencakup penyakit pernapasan.

Pengelola kebun binatang mengatakan telah merawat macan tutul salju dan harimau "dengan steroid dan antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder", tetapi pernyataannya tidak mengatakan apakah hewannya telah divaksinasi.

Musim panas ini, hewan kebun binatang mulai menerima vaksin eksperimental Covid-19 yang dibuat oleh Zoetis, sebuah perusahaan farmasi hewan di New Jersey.

Harimau di kebun binatang Lincoln tampaknya berhasil melewatinya, menurut pernyataan terbaru. 

"Harimau Sumatera, Axl dan Kumar, tampaknya telah sembuh total dari penyakitnya," kata pihak kebun binatang.

Kasus infeksi Covid-19 di antara hewan kebun binatang telah muncul di seluruh AS, termasuk dua hyena tutul pertama di dunia yang ditemukan memiliki virus, di antara hewan lain yang terinfeksi di Kebun Binatang Denver.

Kasus lain yang baru-baru ini dilaporkan termasuk harimau di Omaha, Nebraska; Singa Afrika, macan tutul salju, jaguar, dan harimau di St Louis; dan singa di Honolulu.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan risiko hewan menyebarkan Covid-19 ke manusia dianggap rendah, tetapi orang juga dapat menyebarkan virus kepada mereka, dan kasus di antara hewan peliharaan dan hewan di kebun binatang telah didokumentasikan di seluruh dunia.

(gea)