Gambaran Perekonomian Batam Pasca Covid Melandai, BPS Optimis 

Gambaran Perekonomian Batam Pasca Covid Melandai, BPS Optimis 

ilustrasi.

Batam, Batamnews - Perekonomian Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) di Tahun 2020 lalu mengalami kontraksi sebesar 2,55 persen. Penurunan itu diukur dari pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Di 2018, pertumbuhan PDRB Batam berada di angka 4,96 persen. Kenaikan terus terjadi. Pada Tahun 2020, PDRB naik di angka 5,92 persen.

Demikian disampaikan oleh kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, Rahmad Iswanto, Senin (25/10/2021). "Tahun lalu (2020) PDRB merosot drastis," katanya.

PDRB atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp 161 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp 106 triliun.

Kontraksi pada Tahun 2020 didorong oleh lapangan usaha konstruksi yang memberikan andil penurunan pada pertumbuhan ekonomi sebesar 1,42 persen. 

Dari sisi pengeluaran, komponen pembentukan modal tetap bruto memberikan andil kontraksi terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 2,07 persen.

Kondisi tersebut ditambah lagi dengan semakin parahnya pandemi Covid-19 yang melanda. Menyebabkan sektor perekonomian menjadi semakin terpuruk.

Terpuruknya ekonomi di Batam merupakan yang terparah selama 10 tahun terakhir. Selama ini perekonomian Batam selalu tumbuh positif.

Namun, seiring berjalannya waktu, BPS optimis ekonomi kembali bangkit. Rujukannya tentu terhadap melandainya kasus Covid-19 yang membuat perekonomian semakin bergeliat.

"Kalau melihat ekspos dari BPS Kepri yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Kepri mencapai 6,9 persen di triwulan kedua ini. Berarti kira-kira Kota Batam juga akan mengalami pertumbuhan ekonomi," kata Rahmad.

Untuk lapangan usaha yang mengalami kontraksi pertumbuhan cukup dalam diantaranya jasa penyediaan akomodasi dan makan minum -45,49 persen, transportasi dan pergudangan -44,52 persen, jasa perusahaan -43,33 persen, real estate -16,74 persen dan jasa lainnya -67,98 persen.

Sebaliknya, ada tiga lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan positif. Diantaranya yaitu informasi dan komunikasi tumbuh 18,09 persen, administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib 12,23 persen dan industri pengolahan 3,78 persen.

Sementara dalam lingkup regional, PDRB Batam 2020 memberikan kontribusi sebesar 70,52 persen terhadap PDRB Provinsi Kepri.

(jun)