Pabrik Pengolahan Kelapa Hadir di Bintan, Siap Tampung Tenaga Kerja Baru

Pabrik Pengolahan Kelapa Hadir di Bintan, Siap Tampung Tenaga Kerja Baru

Ekspor hasil olahan kelapa produksi PT Bionesia Organic Foods, Bintan ke Eropa dilepas secara simbolik oleh lima orang menteri, Sabtu (26/9/2020).

Bintan, Batamnews - PT Indo Gemilang Coconut Lestari (IGCL) hadir di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri). Saat ini, perusahaan yang terletak di Kawasan Bintan Industrial Estate (BIE) Lobam itu dalam tahap pembangunan dan ditargetkan selesai akhir 2021.

General Manager (GM) PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE), Aditya Laksamana mengatakan, tahun ini ada investasi baru di Kawasan BIE Lobam. Yaitu PT IGCL yang bergerak di bidang pengelolaan kelapa.

"Nilai investasi dari pabrik ini sekitaran Rp 100 miliaran lah," ujar Aditya di Lobam, kemarin.

Baca juga: Cetak Pekerja Andal, Bintan Kini Punya LPK di Kawasan Industri Lobam

PT IGCL ini masih satu grup atau company dengan PT Bionesia Organic Foods (BOF) yang juga bergerak di bidang pengelolaan kelapa. Hanya bedanya, PT IGCL ini pengelolaan dari kelapa utuh. Jadi serabutnya bisa dibuat beraneka ragam barang seperti jok kursi pesawat. 

"Lalu airnya dibuat produk lain begitu juga isi kelapa bisa dibuat santan," sebut Aditya.

Pabrik ini masih tahapan penyelesaian pembangunan. Ditargetkan rampung akhir tahun dan selanjutnya mendatangkan alat-alat untuk produksinya lalu mengoperasikan mesinnya.

Targetnya Februari atau Maret 2022 mendatang pabrik ini mulai operasi dan produksi. Untuk pangsa pasarnya tetap sama yaitu, ke Eropa namun tidak menutup kemungkinan juga menjelajah nusantara.

Baca juga: 6 Perusahaan di Bintan Bagi-bagi Sembako ke Warga Seri Kuala Lobam

"Kalau untuk pangsa pasar nusantara akan dihadirkan melalui Indomaret. Karena pabrik ini masih satu grup dengan Indomaret," katanya.

Hadirnya pabrik tersebut tidak hanya menjadi sumber pendapatan bagi daerah saja. Tetapi juga membuka lapangan kerja baru.

Pabrik yang berdiri diatas lahan 1 hektare di Kawasan BIE Lobam ini juga membutuhkan tenaga-tenaga kerja yang mampu mendukung kemajuan produksi. Tentunya terlebih dulu diutamakan warga tempatan.

"Estimasi tahap pertama akan merekrut 200-an tenaga kerja. Kemudian berkembang akan tambah tenaga kerja lagi," ucapnya.

(ary)