Industri Manufaktur Batam Terus Tumbuh, Tapi Ada Kelemahannya

Industri Manufaktur Batam Terus Tumbuh, Tapi Ada Kelemahannya

ilustrasi.

Batam, Batamnews - Industri manufaktur di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) kini terus bergeliat. Sektor tersebut menjadi sangat dominan berpengaruh terhadap perekonomian.

Hanya saja, terdapat kelemahan dalam pertumbuhan manufaktur Kota Batam selama ini.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Rahmad Iswanto mengatakan kelemahan manufaktur Batam yakni masih didominasi bahan baku impor dari luar negeri.

"Tapi, kelemahan manufaktur di Batam yakni 90 persen lebih bahan baku ditopang dari luar negeri," ujarnya, Kamis (14/10/2021).

Kendati demikian, sejauh ini sektor manufaktur diyakini dapat menjaga ekonomi di Batam. Sebab output dari industri itu dikatakan Iswanto cukup tinggi.

"Jadi sangat powerfull dipengaruhi industri pengolahan. Konstruksi juga kita jaga dan kawal dengan baik. Output konstruksi juga akan menjaga perekonomian di Batam," tuturnya. 

Saking berpengaruhnya, lebih dari 50 persen ekonomi di Batam disumbang dari sektor manufaktur. "58 persen ekonomi Batam disumbang dari industri manufaktur," tambahnya.

Sampai saat ini, dikatakannya industri manufaktur di Batam terus bergeliat walau sedang dilanda pandemi Covid-19. "Sebab orientasinya dilihat dari ekspor. Jika ekspor naik, maka industri itu akan berkembang," ucapnya.

Berdasarkan data dari BPS Kota Batam, geliat industri manufaktur dari Januari - Agustus 2021 secara kumulatif berada di angka 18,94 persen. Dari situ terlihat kinerja ekspor selalu tumbuh.

(jun)

Berita Terkait