Ribuan Wisatawan dari 8 Negara Bersiap Masuk ke Singapura Pakai Skema VTL

Ribuan Wisatawan dari 8 Negara Bersiap Masuk ke Singapura Pakai Skema VTL

Bandara Changi Singapura. (Foto: via Pikiran Rakyat)

Singapura, Batamnews - Ribuan wisatawan dari sejumlah negara bersiap masuk ke Singapura seiring dengan pemberlakuan skema jalur perjalanan yang divaksinasi atau Vaccinated Travel Lane (VTL) di negara tersebut.

Ada lebih dari 2.400 orang telah diberikan tiket perjalanan untuk memasuki Singapura dari delapan negara yang masuk skema VTL.

Sekitar 40 persen tiket dikeluarkan untuk pelancong dari Inggris, menurut angka yang dirilis oleh Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) pada Rabu (13/10/2021). Demikian dilansir Channel News Asia.

Negara lainnya adalah Kanada, Denmark, Prancis, Italia, Belanda, Spanyol, dan Amerika Serikat.

Aplikasi untuk delapan negara dibuka pada hari Selasa dan 2.409 tiket perjalanan yang divaksinasi telah dikeluarkan pada pukul 23.59 pada hari yang sama.

Aplikasi ini diperuntukan bagi perjalanan ke Singapura antara 19 Oktober dan 17 November.

Adapun pelancong dari Brunei dan Jerman - dua jalur perjalanan pertama yang divaksinasi di Singapura - 5.228 tiket telah dikeluarkan antara 1 September dan 12 Oktober, kata CAAS. 

Jumlah tersebut untuk perjalanan ke Singapura antara 8 September dan 17 November.

Anak-anak berusia 12 tahun ke bawah juga tidak diharuskan untuk mengajukan persetujuan izin masuk, kata CAAS menambahkan.

“Kami berbesar hati dengan penerimaan yang baik dan berharap jumlahnya akan tumbuh menjelang akhir tahun. Kami mendesak semua pelancong untuk berhati-hati dan peduli, terutama mereka yang bepergian dengan anak kecil,” kata Direktur Jenderal CAAS Mr Han Kok Juan.

CAAS mengizinkan rata-rata 3.000 pelancong VTL per hari untuk memasuki Singapura, termasuk warga negara dan penduduk tetap, pengunjung jangka pendek, dan pemegang izin jangka panjang.

Pelancong ini harus melakukan perjalanan dengan penerbangan VTL yang ditunjuk, yang akan dioperasikan oleh maskapai penerbangan yang berbasis di Singapura dan asing. 

"Maskapai penerbangan merencanakan penerbangan yang ingin mereka operasikan berdasarkan pertimbangan komersial masing-masing dan akan mengumumkan rencana mereka jika sudah siap," kata CAAS.

Pihak berwenang mengatakan akan memantau permintaan dan dapat menyesuaikan kuota pelancong VTL yang memasuki Singapura jika diperlukan.

(gea)