Pasar TPID Batam Gagal Total, Pengamat Ekonomi: Konsepnya Tidak Pas

Pasar TPID Batam Gagal Total, Pengamat Ekonomi: Konsepnya Tidak Pas

Pasar TPID Grand Niaga Mas Batam jadi proyek gagal yang kini tutup. (Foto: Arjuna/Batamnews)

Batam, Batamnews - Ditutupnya Pasar TPID Grand Niaga Mas, Kota Batam dikritisi. Pasar yang digadang menjadi acuan harga di Batam dan pengendali inflasi itu akhirnya kolaps.

Pengamat Ekonomi Kota Batam, Rafki Rasyid menyebutkan konsep yang diusung oleh Pasar TPID tak cocok jika tujuannya untuk mengendalikan inflasi.

Baca juga: Proyek Gagal Gustian Riau di Pasar TPID Grand Niaga Mas Batam

 "Dulu di awal pengoperasian pasar TPID Grand Niaga Mas saya sudah pernah sampaikan dalam rapat TPID jika konsep seperti di Grand Niaga Mas itu kurang begitu pas jika tujuannya untuk mengendalikan harga," katanya, Senin (11/10/2021).

Alasannya, pertama Pasar TPID Grand Niaga Mas itu berlokasi di kawasan perumahan elite. Masyarakat sekitar kurang begitu responsif dengan harga komoditas bahan kebutuhan pokok.

Dilanjutkan Rafki, masyarakat di kawasan Grand Niaga Mas bukan lagi mencari harga murah, tapi lebih kepada keberagaman produk yang dijual dan juga kenyamanan berbelanja. 

"Maka pilihan berbelanja seperti itu biasanya adalah di mall ataupun supermarket, misalkan yang ada AC-nya," ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam ini.

Di sisi lain, bagi masyarakat yang mencari harga murah berjarak jauh dari pasar itu, sehingga jika harus ke sana memakan waktu dan merogoh kocek untuk ongkos transportasi. Maka dari itu, mereka tidak mungkin mendatangi Pasar TPID Grand Niaga Mas hanya untuk mengejar selisih harga barang.

"Masyarakat perumahan lain akan lebih memilih berbelanja di pasar dekat rumahnya jika harga barangnya sama atau selisih harganya tidak begitu besar. Maka dengan begitu bisa diprediksi demand (permintaan) di pasar TPID tersebut akan rendah," jelas Rafki.

Akibatnya, pedagang akan sepi orderan dan dalam waktu tertentu akan memilih tutup atau pindah ke pasar lain yang lebih ramai. 

Menurutnya, jika tujuan dari pasar itu untuk mengendalikan harga, sebaiknya tim TPID masuk ke seluruh pasar di Batam dan memastikan pasokan sembako di pasar-pasar tersebut terjaga dengan aman dengan harga yang terjangkau.

Baca juga: Pasar TPID 2 Dreamland Resmi Beroperasi, Rudi: Pedagang Jangan Cari Untung

"Tidak perlu membuat satu pasar khusus yang tidak akan bisa dijangkau oleh seluruh penduduk Batam," ucapnya.

Menurut pengamatan dia, kurang pas jika tim TPID membuat pasar sendiri apalagi lokasinya kurang representatif seperti di Grand Niaga Mas tersebut.

Perlu juga dibangun kerjasama dengan daerah penghasil bahan pertanian dan makanan untuk memastikan pasokan bahan kebutuhan pokok ke Batam tidak terkendala. 

Karena menurut Rafki, naiknya harga kebutuhan pokok biasanya terjadi disebabkan oleh gangguan pasokan bahan kebutuhan pokok ke pasar-pasar di seluruh Kota Batam.

(jun)