https://www.batamnews.co.id

Lonjakan Kasus Covid-19 di Belakangpadang Dipicu Klaster Pasar

Tim Gugus Tugas Covid-19 melakukan tracing menyusul lonjakan kasus baru Corona di Belakangpadang. (Foto: ist)

Batam, Batamnews - Lonjakan kasus baru Covid-19 terjadi di Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam. Dalam sehari, terdapat 8 kasus baru di wilayah kecamatan kepulauan tersebut.

Camat Belakangpadang, Yudi Admadji menyampaikan kini ada 13 kasus aktif Covid-19 di wilayahnya.

"Ini kali pertama dalam sejarah, Belakangpadang masuk zona oranye sejak kasus Corona ditemukan di Batam," kata Yudi saat dihubungi Batamnews, Sabtu (17/4/2021).

Ia menyebutkan lonjakan kasus baru ini berasal dari klaster pasar. Pasien positf Covid-19 yang terdeteksi merupakan pedagang di pasar Kelurahan Tanjungsari, Belakangpadang.

Baca: Update Covid-19 Batam: 45 Kasus Baru, Belakangpadang Zona Oranye

Latar belakang warga positif Covid-19 ini beragam, mulai pedagang sayur, pemilik toko, pekerja toko hingga penjual air isi ulang (galon).

Sejauh ini, Tim Gugus Tugas Covid-19 Belakangpadang bersama TNI dan Polri masih intens melakukan tracing kontak erat delapan kasus baru yang dilaporkan.

"Ini untuk mendeteksi asal usul dari mana penularannya," kata Yudi.

Ia juga mengimbau untuk sementara warga Belakangpadang agar tidak bepergian ke Pulau Batam. Tujuannya untuk meminimalisir 'kasus impor' yang dibawa dari luar kecamatan tersebut.

"Sementara saja, tahan dulu gak usah ke Pulau Batam," ujarnya.

Sementara, untuk menekan persebaran kasus Covid-19, pihaknya juga mengintensifkan pengawasan pelaksanaan salat Tarawih di berbagai masjid dan surau wilayah Belakangpadang.

"Kami libatkan TNI-Polri, imam masjid/surau, PMB untuk mengingatkan kembali ke warga agar memperkuat kembali protokol kesehatan," pungkas Yudi.

(ret)