Pembunuhan Sadis di Batam

Ini Komentar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri soal Teror Pembunuhan di Batam

Ini Komentar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri soal Teror Pembunuhan di Batam

Ilustrasi korban pembunuhan. (Foto: IST)

BATAMNEWS.CO.ID,Batam - Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Kepri Kombes Pol Adi Karya Tobing gusar terhadap tetor kasus pembunuhan beruntun yang terus terjadi di Batam. Yang terbaru, seorang wanita Ros Duha, berusia sekitar 48 tahun.

"Iya mas, kejahatan merupakan produk dari masyarakat, ada apa dengan masyatakat Batam saat ini? Mudah mudahan untuk kasus ini segera terungkap," ujar Adi Karia Tobing kepada batamnews.co.id dalam perbincangan melalui telepon pada Sabtu malam (10/10/2015).

Adi mengaku gerah dengan teror pembunuhan di Batam saat ini. Apalagi aktor di belakang kasus ini tak kunjung terungkap.

“Saya gerah dengan kondisi yang membuat pekerjaan ini harus kerja ekstra,” ujar dia.

adi karia tobing

Kombes Pol Adi Karia Tobing

Adi menilai ada sejumlah faktor orang berbuat kejahatan atau kriminal. Diantaranya perubahan kota dan kondisi sosial. “Hal itu bisa membuat orang nekat,” kata dia.

Adi juga tak lupa meminta dan berharap doa restu dan dukungan masyarakat untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut.

Belakangan kasus pembunuhan di Batam meneror kenyamanan warga. Belasan kasus pembunuhan tak terungkap. Mulai dari kasus mutilasi hingga kasus pembunuhan beruntun tiga remaja belasan tahun.

Terakhir, kasus pembunuhan terhadap Ros Duha. Wanita yang diduga menjadi bos di lokalisasi di Sintai, Tanjunguncang, Batam itu, ditemukan tewas mengenaskan di Bukit Harimau, Kelurahan Tanjungpinggir, Kota Batam, Kepri, Sabtu sore (10/10/2015).

 

[jim]