Cerita Alfian Terjun ke Laut Demi Selamatkan Diri dari Kebakaran di Pelantar Meral

Alfian, korban kebakaran di Pelantar Meral, Karimun, memandangi lokasi rumahnya yang diamuk api dini hari tadi.

Karimun - Kebakaran yang menghanguskan sejumlah rumah di pelantar Jalan A Yani, Meral, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau menyisakan nestapa bagi warga yang menjadi korban.

Tak hanya kehilangan harta benda, namun mereka juga harus berjibaku menyelamatkan diri saat si jago merah mengamuk pada dini hari tadi.

Seperti halnya yang dirasakan oleh salah satu korban, Alfian. Dini hari tadi merupakan waktu istirahat bagi diri dan keluarganya.

Namun, kobaran api yang begitu besar membuatnya menyelamatkan diri dengan cara menceburkan diri ke laut.

"Saya tak bisa lagi lewat depan, buka pintu depan api sudah besar. Jadi saya lewat belakang dan harus dobrak dulu dinding rumah," kata Alfian, menceritakan, Sabtu (6/3/2021).

Ia dan keluarganya kemudian naik ke atas sampan, dan menjauh dari kobaran api.

Dia mengisahkan, saat api sudah membesar, dirinya sudah mulai terlelap. Begitu juga dengan anak dan istrinya.

Dalam keadaan setengah sadar, ia mendengar teriakan orang luar rumahnya bahwa ada kebakaran. 

Saat ia tersadar, Alfian menuju bagian depan rumahnya. Hanya saja, saat membuka pintu, dirinya melihat kobaran api yang sedang mengamuk membakar bangunan di depannya.

Kondisi Alfian saat itu sudah terjebak oleh api membakar rumah-rumah kayu yang ada di lokasi.

"Saya tidak kalau ada kebakaran, saya waktu itu sudah mau tertidur dan ada dengar teriakan orang. Pas saya lihat ke depan, api sudah besar," ujarnya.

Dalam keadaan panik, Alfian membangunkan istri dan anak perempuannya yang berusia 11 tahun.

Hanya saja dia kebingungan untuk dapat keluar dari jebakan api yang kian membesar dan mulai membakar bangunan rumahnya.

Maka, dirinya dengan nekat mendobrak dinding papan di bagian belakang rumah menggunakan badannya.

Akhirnya, usahanya membuahkan hasil, dinding kayu itu roboh. Hanya saja, saat dinding itu roboh dan jatuh ke laut bersama tubuhnya.

"Saya dobrak, terus dobrak. Pas bisa dan terlepas, dinding itu jatuh ke laut bersama badan saya," katanya.

Setelah itu, ia pun meminta tolong pada warga untuk membawa sebuah perahu untuk dapat menyelamatkan istri dan anaknya.

"Istri saya takut sekali waktu itu, kemudian setelah naik ke perahu, kami semua dapat selamat," ucap Alfian.

Kebakaran hebat yang terjadi di Meral Kota, Meral, Karimun itu, menghanguskan setidaknya 7 tempat tinggal dan satu bangunan lainnya (gudang).

Selain itu, api juga turut serta membakar sebuah kapal yang berada di lokasi kejadian. Kapal tersebut terbakar dibagian haluan depan.

Hingga Sabtu siang, belum diketahui jumlah kerugian materi yang dialami warga yang menjadi korban.

(aha)
SHARE US :