https://www.batamnews.co.id

Ketua DPR AS Serukan Pemecatan Donald Trump

Ketua DPR AS Nancy Pelosi. (Foto: New York Times)

Washington - Rusuh di Gedung Capitol mencoreng wajah demokrasi Amerika Serikat. Muara dari kerusuhan adalah Donald Trump yang menolak menerima kekalahan dalam Pilpres 2020.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi pun bereaksi keras. Dia menyerukan agar Trump segera dipecat dari jabatannya sebagai presiden.

Pelosi yang merupakan seteru politik Trump itu menilai presiden AS itu sebagai "orang yang sangat berbahaya yang tidak boleh terus menjabat."

"Ini keadaan darurat yang paling besar," kata petinggi Demokrat itu di Kongres, seperti dikutip dari Voice of America, Jumat (8/1/2021).

Dia mendesak Wakil Presiden Mike Pence dan kabinet Trump meminta amandemen ke-25, sehari setelah massa pro-Trump menyerbu Capitol atas dorongan Trump dalam upaya membatalkan hasil pemilihan presiden.

Amandemen ke-25 memungkinkan mayoritas kabinet mengganti presiden yang dianggap tidak mampu melaksanakan tugas. Jika amandemen itu tidak diminta, Kongres siap mengajukan pemakzulan, kata Pelosi.

Presiden terpilih Joe Biden menyebut kelompok yang melakukan kekerasan dan menerobos Capitol Hill sebagai "teroris domestik". Ia menyalahkan Presiden Donald Trump atas kekerasan itu.

Dalam pidatonya di Wilmington, Delaware, Kamis (7/1/2021) waktu setempat, Biden mengatakan tidak seharusnya menyebut ratusan pendukung Trump yang menerobos Capitol sebagai demonstran. 

Mereka, kata Biden, adalah "perusuh, pemberontak, teroris domestik." 

Ia menambahkan, Trump bersalah karena "mencoba menggunakan massa untuk membungkam suara hampir 160 juta orang Amerika" yang memberikan suara pada pemilu 3 November.

Biden mengatakan presiden telah "menghina demokrasi kita, Konstitusi kita, jelas mengacak-acak undang-undang dalam apa saja yang ia lakukan" dan melancarkan "serangan habis-habisan" terhadap institusi demokrasi negara ini, yang berujung dengan kekerasan pada hari Rabu.

DPR dan Senat Kamis pagi mengesahkan suara elektoral, yang menetapkan Biden sebagai presiden, setelah massa perusuh pro-Trump mengobrak-abrik Capitol.

(gea)