Sat Nusapersada Ekspor 10 Ribu Unit Smart Home Water Meter ke AS

Sat Nusapersada Ekspor 10 Ribu Unit Smart Home Water Meter ke AS

Ekspor perdana produk smart home water meter dari PT Sat Nusaperasada Tbk ke AS. (Foto: Margaretha/batamnews)

Batam - PT Sat Nusaperasada Tbk melakukan ekspor perdana produk smart home water meter ke Amerika Serikat. Pengiriman perdana ini diresmikan oleh Wakil Menteri Perdagangan RI, Jerry Sambuaga, Selasa (17/11/2020). 

Jerry menyampaikan pengiriman smart home water meter ini merupakan suatu hal yang membanggakan, serta melihat juga secara langsung semua konten produk yang diproduksi sendiri. 

“Tentu kita dukung kegiatan ekspor seperti ini,” ujar Jerry dalam sambutannya. 

Ia mengatakan neraca perdagangan secara nasional sampai saat ini mengalami surplus, dengan begitu nilai ekspor lebih besar dibandingkan dengan nilai impor. 

“Kita patut bersyukur di masa pandemi ini masih bisa surplus, namun ada beberapa tantangan yang menjadi catatan,” kata dia. 

Senada dengan Wamendag RI, Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi Badan Pengusahaan (BP) Batam, Sudirman Saad yang juga hadir dalam peresmian tersebut mengatakan neraca perdagangan di Kota Batam juga mengalami surplus, dengan total peningkatan mencapai 11 persen. 

“Tugas BP Batam menciptakan ekosistem bisnis supaya investor merasa aman dan nyaman,” ujar Sudirman. 

Sementara itu Direktur Operasional PT Sat Nusa Persada, Bidin Yusuf mengatakan pada pengiriman perdana ini, total ada 10 ribu unit Smart Home Water Meter yang akan dikirimkan. 

“Dengan total nilai ekpsornya mencapai 2 juta dollar,” ujar Bidin. 

Ia menjelaskan bahwa produk tersebut merupakan alat bantu yang bisa langsung ditempelkan di meteran air yang analog, kemudian setelah itu bekerja untuk mengontrol penggunaan air.

“Jadi melalui alat ini nantinya akan mengirimkan data ke smartphone kita, sehingga ketika ada kebocoran air bisa segera diketahui,” katanya. 

Sementara ini, pihaknya masih hanya mengirimkan alat tersebut ke negara Amerika Serikat, namun untuk ke depan tidak menutup kemungkinan negara lain.

Untuk Batam sendiri, Bidin menjelaskan bahwa belum dapat dipakai karena meteran air belum mendukung. Ia berharap ke depan meteran air yang ada bisa juga menggunakan alat buatan mereka ini. 

“Ke negara lain masih kita jajaki, menunggu regulasi,” jelasnya.

(ret)