Mengenal Lebih Dekat Waduk Duriangkang
Waduk Duriangkang di Batam, Kepulauan Riau. (Foto: ist)
Batam - Kota Batam, Kepulauan Riau memiliki enam waduk yang beroperasi sebagai sumber distribusi air bersih ke masyarakat.
Dari keenam waduk tersebut, Waduk Duriangkang merupakan waduk terbesar yang dimiliki Kota Batam, dengan luas muka air normal 2.340 hektare dan luas daerah tangkapan air 79 kilometer persegi.
Infrastruktur Waduk Duriangkang telah dibangun pada 1995, dan beroperasi pada 2001 yang dikelola oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT Adhya Tirta Batam.
Waduk Duriangkang dibangun dengan membendung sungai Duriangkang pada muaranya yang berbatasan langsung dengan laut.
Tujuan pembangunan waduk untuk mengatasi meningkatnya kebutuhan air baku seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan industri di Kota Batam.
Waduk Duriangkang menjadi penyuplai utama air bersih di Batam. Sebanyak 80 persen kebutuhan air di Batam dipenuhi dari Waduk Duriangkang.
Ada 228.900 pelanggan air bersih, baik domestik maupun industri yang disuplai Waduk Duriangkang. Jangkauan nya mencakup Kecamatan Sei Beduk, Tembesi, Batuaji, Batam Kota, Lubuk Baja, Bengkong dan Batuampar.
Waduk Duriangkang memiliki kapasitas air 107 juta m3 dengan suplai air bersih hingga 3.000 liter per detik.
Walaupun sebagai waduk terbesar, fungsi Waduk Duriangkang adalah single purpose. Kawasan sekitar waduk tidak bisa digunakan untuk berbagai aktivitas seperti perkebunan, perikanan, maupun wisata.
Aktivitas di sekitar waduk mempengaruhi keandalan area tangkapan air, dan menurunkan kualitas air waduk. (ADV)

Komentar Via Facebook :