Pembangunan IPAL untuk Keamanan Pasokan Air di Batam

Perspektif IPAL yang dibangun oleh BP Batam. (Foto: Dyah/Batamnews)

Batam - Pesatnya pertumbuhan penduduk di Batam, Kepulauan Riau membuat kebutuhan air bersih juga meningkat. Persediaan air bersih yang terbatas di enam waduk, harus digunakan untuk memenuhi seluruh kebutuhan aktivitas masyarakat. 

Sebagai salah satu solusi pasokan air di Batam, BP Batam terus menggesa proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Manajer Pengelolaan Lingkungan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Iyus Rusmana mengatakan, proyek ini akan mengolah air limbah domestik menjadi kompos dan air baku. 

“Recycling air tersebut ke depannya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan industri, dan akan dikembalikan ke dalam bentuk air baku,” kata Iyus, belum lama ini. 

“Ke depannya air minum di Batam tidak lagi digunakan untuk kebutuhan bersih-bersih dan mencuci serta menyiram taman,” imbuh dia.

Pengolahan air limbah bisa menyelamatkan Kota Batam dari krisis air dengan pemanfaatan air limbah untuk kebutuhan lainnya. Proyek IPAL juga berfungsi untuk menyelamatkan waduk dari pencemaran limbah Domestik. 

Waduk Duriangkang yang notabene merupakan daerah sumber air baku terbesar di Batam selama ini terus teraliri limbah domestik dari Batam Center. Terlebih, pesatnya pertumbuhan penduduk di Batam membuat aktivitas mandi, cuci, kakus terus bertambah setiap hari. 

“Jika dibiarkan terus-terusan, hal ini bisa merusak waduk dengan peningkatan sedimen di waduk. Dan kualitas air di waduk Duriangkang juga terganggu,” ujar Iyus. 

Dengan sambungan IPAL, air limbah domestik di Batam Center akan langsung mengalir ke Waste Water Treatment Plant (WWTP) melalui pipa, dan kualitas air waduk bisa terus terjaga. 

(ADV)