Rapid Test di Bandara Hang Nadim Ditiadakan

Bandara Hang Nadim, Batam.

Batam - Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Rudi meminta calon penumpang pesawat untuk sudah mengantongi hasil rapid test sebelum berangkat.

Ia mengatakan, rapid test di bandara seperti sebelumnya akan ditiadakan. Sempat muncul protes terkait adanya rapid test di bandara.

Dijelaskan Rudi, sesuai dengan surat edaran Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, calon penumpang harus melengkapi persyaratan untuk mendapat surat clearence, sebelum naik ke pesawat.

Sebelumya, ada kasus calon penumpang yang tidak memenuhi persyaratan, karena hasil rapid test miliknya sudah kedaluwarsa.

“Punyanya (calon penumpang) itu sudah lewat dari seminggu, sama orang KKP disuruh perbarui,” katanya.

Rudi mengatakan, dari keterangan Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim, Suwarso, pihak bandara berinisiatif membantu pelaksanaan rapid test tersebut.

“Kalau RSBP tak mungkin lagi, karena mengurusi Covid-19 jadi Pak Suwarso mencari satu klinik untuk membantu rapid tes di bandara,” kata Rudi.

Akan tetapi, sejumlah calon penumpang banyak yang menentang kebijakan ini. Untuk tidak menimbulkan polemik, Rudi mengaku jika ia sudah meminta rapid test di bandara itu dihentikan.

“Sudah saya suruh (rapid test di bandara) supaya dihentikan,” ujar Rudi di Engku Putri, Rabu (13/5/2020).

Namun penumpang tetap diminta menjalani rapid test mandiri di klinik atau rumah sakit tertentu untuk menyatakan non reaktif. Setelah itu dengan dilengkapi beberapa syarat lainnya, baru bisa mendapat surat clearance dari KKP.

Rudi mengatakan, sudah meminta Kepala BUBU Hang Nadim agar menyurati agen tiket pesawat supaya tiap calon penumpang sudah melaksanakan rapid test sebelum naik ke pesawat dengan hasil non reaktif.

“Kepada penumpang, masyarakat, saya mohon taatilah, silahkan ke rumah sakit pemerintah atau rumah sakit swasta atau klinik, untuk melakukan rapid test,” ucapnya.

Mengenai biaya yang dikeluarkan oleh rapid test ini, Rudi mengaku tidak masuk ke ranah tersebut. “Berapa biayanya, itu bukan ranah kami," ujar Rudi.

(ret)