Trump Tawarkan Bantuan ke China Atasi Virus Corona

Trump Tawarkan Bantuan ke China Atasi Virus Corona

Presiden AS Donald Trump (Foto:ist/republika)

Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menawarkan bantuan kepada China yang sedang menangani wabah virus corona yang telah menewaskan 106 orang di negara tersebut. Trump menyampaikan tawaran bantuan itu kepada Presiden China, Xi Jinping.

"Kami sedang dalam komunikasi erat dengan China mengenai virus ini," ujar Trump via akun Twitter-nya, seperti dilansir Reuters, Selasa (28/1/2020).

"Sangat sedikit kasus dilaporkan di AS, tapi sangat diwaspadai," imbuhnya.

Dikonfirmasikan bahwa saat ini otoritas AS tengah menangani lima kasus virus corona di wilayahnya. Dua kasus virus corona tengah ditangani di California dan masing-masing satu kasus di Arizona, Chicago dan Washington. Beberapa pasien dilaporkan baru kembali ke AS dari kota Wuhan, China - asal muasal virus corona.

Trump yang sebelumnya mengobarkan perang dagang selama 18 bulan dengan China hingga kesepakatan tercapai beberapa waktu terakhir ini, lantas menawarkan 'bantuan apapun yang dibutuhkan' untuk China.

"Kami telah menawarkan China dan Presiden Xi, bantuan apapun yang diperlukan. Para pakar kami luar biasa!" tegas Trump.

Virus yang pertama kali muncul di kota Wuhan, Provinsi Hubei, akhir tahun lalu ini telah menyebar hingga ke sedikitnya 15 negara, termasuk AS. Virus yang memiliki nama resmi 2019-nCoV ini diyakini berasal dari sebuah pasar hewan di Wuhan, di mana hewan-hewan eksotik dan daging hewan liar diperdagangkan secara ilegal.

Pekan lalu, China melakukan karantina massal terhadap kota Wuhan dan belasan kota lainnya di Provinsi Hubei yang menjadi pusat wabah virus corona. Hal ini dilakukan demi mengendalikan penyebaran virus yang bisa menular antarmanusia ini. Otoritas China juga tengah melakukan pembangunan secara kilat dua rumah sakit khusus untuk pasien virus corona. Presiden Xi telah membentuk komisi khusus untuk menangkal wabah virus corona ini.

Virus yang juga disebut sebagai virus corona Wuhan ini diketahui bisa menyebabkan pneumonia, yang dalam beberapa kasus berdampak mematikan bagi penderitanya. Gejala-gejala virus corona antara lain demam, kesulitan bernapas dan batuk-batuk.

Laporan terbaru otoritas China, seperti dilansir televisi nasional China, CGTN, menyebut sejauh ini 106 orang tewas akibat virus corona di berbagai wilayah China. CGTN juga melaporkan total 4.275 kasus virus corona terkonfirmasi di berbagai wilayah China.

Sekitar 51 pasien, menurut laporan Xinhua News Agency dan CGTN, telah dinyatakan sembuh dan dipulangkan dari rumah sakit.

Virus corona belum ada vaksinnya dan otoritas China hingga kini masih terus melakukan penelitian untuk mengatasinya. Namun para pasien yang terinfeksi dilaporkan bisa sembuh jika mendapatkan perawatan medis sejak dini. Dalam kasus-kasus yang mematikan, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), kebanyakan korban yang tewas akibat virus corona merupakan warga yang sudah lanjut usia, yang sebagian besar memiliki penyakit lain sebelumnya.

(*)