Menag Respons Penolakan Pembangunan Gereja Santo Joseph di Karimun

Menag Respons Penolakan Pembangunan Gereja Santo Joseph di Karimun

Menag, Fachrul Razi saat mengunjungi Batam. (Foto: Margaretha/Batamnews)

Batam - Kabar penolakan pembangunan Gereja Katolik Paroki Santo Joseph di Kabupaten Karimun ternyata telah sampai ke Menteri Agama RI, Fachrul Razi.

Dalam kunjungan kerja ke Batam, Fachrul mengakui sudah mendengar informasi adanya penolakan tersebut.  

“Tadi sudah kami omongkan,” ujar Fachrul di sela kunker di Vihara Duta Maitreya Monastery, Batam, Selasa (21/1/2020).

Dari hasil pembicaraan tersebut, Fachrul menyampaikan persoalan tersebut sedang diselesaikan. Warga yang menolak pembangunan gereja mengajukan sejumlah permintaan.

“Salah satunya mereka minta supaya tinggi (rumah ibadah-red) tidak setinggi itu,” sebutnya.

Permintaan para warga tersebut juga telah disanggupi oleh pengurus gereja. Dia berharap agar pembangunan bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Pada kesempatan tersebut, Fachrul mengajak agar semua pihak bisa menjaga keberagaman. “Mari semua kita sama-sama tetap jaga,” katanya.

Sekelompok warga mengatasnamakan Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) menolak dibangunnya sebuah Gereja Katolik yang berada di tengah Kota Tanjungbalai, Karimun.

Dikabarkan pembangunan rumah ibadah bernama Gereja Paroki Santo Joseph itu telah mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) bernomor 0386/DPMPTSP/IMB-81/2019 tertanggal 2 Oktober 2019 yang diterbitkan Pemkab Karimun.

Penerbitan IMB ini juga digugat oleh kelompok masyarakat lainnya di Karimun ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

(ret)
Komentar Via Facebook :