Kawanan Spesialis Bobol Rumah Lintas Provinsi Dihadiahi Timah Panas

Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Agus Hasanudin menunjukkan para tersangka dan barang bukti hasil kejahatan. (Foto: Ari/batamnews)

Bintan - Kawanan maling spesialis rumah kosong lintas provinsi ditangkap Satreskrim Polres Bintan dan Polsek Gunung Kijang di Bandara Hang Nadim, Kota Batam, Kamis (26/12/2019).

Kawanan berjumlha empat orang ini ditangkap saat hendak kabur ke kampung halamannya, Palembang, Sumatera Selatan. Ketika ditangkap, dua diantaranya melawan sehingga dihadiahi timah panas.

Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Agus Hasanudin mengatakan terendusnya jejak kawanan bromocorah ini di saat mereka beraksi di Kampung Simpangan RT 01 RW 05, Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya.

“Pelaku beraksi sudah lima kali dan yang terakhir terendus saat beraksi di rumah kosong milik salah seorang pengusaha di Toapaya. Aksinya pada saat perayaan Natal yaitu 25 Desember 2019,” ujar Agus saat konfrensi pers di Mapolres Bintan, Jumat (27/12/2019).

Tim gabungan mengetahui adanya aksi bobol rumah kosong dari laporan yang diberikan oleh korban pada pukul 19.00 WIB di Mapolsek Gunung Kijang. 

Di saat penyelidikan, pihaknya mendapati jejak pelaku di Bandara Hang Nadim Batam. Mereka yaitu AS dan JU yang merupakan otak pelaku serta DF dan GS sebagai pembantu aksi pencurian.

“Esok harinya pukul 9 pagi kami langsung ke Bandara Batam dan bekuk empat pelaku. Namun dua melawan dan berusaha kabur, jadi kami terpaksa melumpuhkannya dengan tembakan,” jelasnya.

Pembobolan itu dilakukan melalui pintu belakang rumah korban dengan linggis dan kayu broti. Lalu AS dan JU yang merupakan otak pelaku bertugas menjarah barang. Sedangkan GS dan DF membantu mengawasi situasi rumah.

Dari aksi tersebut pelaku berhasil menjarah uang tunai sebanyak Rp 50 juta dan perhiasan emas seberat 106 gram. 

“Selain harta benda korban, polisi juga mengamankan 6 unit HP dan 4 jam tangan berbagai merk. Diduga benda itu merupakan hasil curian di TKP lain,” katanya.

Pengakuan tersangka sudah lima kali beraksi. 4 diantaranya berada di Tanjungpinang sedangkan 1 lagi di Bintan. Dari aksi itu pelaku hanya membobol rumah kosong setelah berhasil langsung kabur ke Palembang. 

“Kami sudah berkoordinasi dengan polres dan polsek di Tanjungpinang. Karena bedasarkan pengakuan pelaku sudah lima kali beraksi, empat diantaranya di Tanjungpinang,” ucapnya.

AS yang merupakan otak pelaku mengakui jika sudah beraksi beberapa kali. Bahkan dia juga pernah dipenjara dengan kasus yang sama alias resedivis. 

“Saya hanya nyuri di rumah kosong. Uangnya untuk bayar utang pak,” kata bapak tiga anak ini.

Sementara itu, Ari yang merupakan pemilik rumah mengatakan dia dan keluarganya sedang menikmati liburan Natal di Singapura sejak 24 Desember. Namun baru sehari berlibur dia mendapatkan kabar kalau rumahnya disatroni maling.

“Jadi saudara kasih kabar kalau rumah dimasukin maling. Saudara kabari ke saya pada pagi hari lalu sorenya saya dan keluarga langsung pulang ke rumah dan malamnya buat laporan,” sebutnya.

Pengusaha muda ini mengapresiasi langkah pihak kepolisian yang telah menangkap pelaku kurang dari 24 jam. Kemudian jmdia juga mengucapkan terimakasih atas hartanya yang telah diselamatkan. Yaitu uang Rp 50 juta, 450 dollar Singapura serta perhiasan emas 106 gram.

“Sudah saya cek tadi, uang dan emasnya cocok dengan milik saya,” ucapnya.

(ary)