Aksi Solidaritas Jurnalis Batam Serukan Stop Kekerasan dan Intimidasi

Aksi Solidaritas Jurnalis Batam Serukan Stop Kekerasan dan Intimidasi

Aksi jurnalis di Batam menolak kekerasan dan intimidasi. (Foto: istimewa)

Batam - Puluhan jurnalis Batam menggelar aksi damai menolak kekerasan terhadap jurnalis. Aksi ini dihelat di kawasan Engku Putri, Batam Centre, Senin (30/9/2019). 

Dalam aksi yang diinisiasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Batam, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kepri, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Prov Kepri, dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), para jurnalis membentangkan spanduk dan poster sebagai tanda kecaman atas aksi kekerasan yang dilakukan oknum polisi dan massa.

Ketua AJI Kota Batam, Slamet Widodo mengatakan, aksi unjuk rasa yang dilakukan hari ini adalah bentuk solidaritas terhadap jurnalis di beberapa daerah yang mengalami kekerasan. 

"Kami meminta polisi memahami kerja jurnalis di lapangan. Kami mengutuk keras bentuk kekerasan terhadap rekan-rekan kami di lapangan pada 23-26 September 2019 saat melakukan peliputan demonstrasi di sejumlah daerah," ujar Dodo.

Kepolisian, lanjut dia, seharusnya menjadi mitra sekaligus pelindung masyarakat, termasuk kalangan jurnalis. Sebagai penegak hukum, polisi sudah seharusnya juga memahami kerja jurnalis dilindungi oleh UU nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Dodo berharap, tidak ada lagi kekerasan terhadap jurnalis. Kekerasan yang dilakukan oknum aparat dan bahkan pendemo sekalipun, mencederai nilai-nilai kebebasan pers.

Ketua IJTI Prov Kepri Agus Faturrohman mengatakan, aksi damai ini adalah bentuk keprihatinan bersama bahwa tugas-tugas jurnalis berisiko, terutama saat meliput suatu peristiwa atau kejadian di lapangan. 

Artinya bahwa tentu tidak ada jaminan bahwa jurnalis Kepri ke depan tidak mengalami kekerasan. Namun kewajiban kita bersama, terutama pihak kepolisian agar memahami kerja jurnalis. 

“Kita ingin tekankan bahwa jurnalis bekerja dilindungi UU. Tolak segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis dan jurnalis bukan target kekerasan,” kata Bagas.

Sementara, Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo yang menemui para jurnalis di lokasi yang sama menyampaikan keprihatinannya atas apa yang terjadi di sejumlah daerah. 

Ia berjanji, di Batam akan lebih memerintahkan anggotanya untuk lebih memahami kinerja jurnalis. Dia juga menjamin tidak akan terjadi kekerasan terhadap jurnalis di Batam.

"Sebulan lebih saya di Batam, hubungan polisi dengan jurnalis cukup baik. Saya harap suasana dan hubungan yang baik antara jajaran kepolisian di Batam dengan jurnalis dapat terus terjalin baik dan hal-hal yang sifatnya kekerasan dapat kita hindari bersama-sama," kata dia.

(jim)
 


Berita Terkait