Resahkan Warga Tanjungbatu, Polisi Tembak Pelaku Jambret

Resahkan Warga Tanjungbatu, Polisi Tembak Pelaku Jambret

Polisi berhasil mengamankan pelaku jambret di Tanjungbatu (Foto:Edo/Batamnews)

Karimun - Pelaku jambret yang meresahkan warga di Tanjungbatu, Kabupaten Karimun, diberi hadiah timah panas oleh anggota Polsek Kundur saat dilakukan penangkapan, Sabtu (28/9/2019) sore.

Pelaku berinisial Ar tersebut diketahui telah melakukan tiga kali tindak pidada jambret. Penangkapan setelah petugas membututi pelaku dalam beberapa hari terakhir.

Ar dibekuk tidak jauh dari Mapolsek kundur, diduga dia akan melakukan aksinya. Namun, sebelum beraksi, Ar dibekuk petugas.

"Pelaku sudah jadi TO kita, lalu dibuntuti sama anggota dalam beberapa hari," kata Kapolsek Kundur, Kompol Endi Endarto kepada Batamnews.

Disebutkan Endi, pelaku sebelum melakukan aksinya selalu memilih dan membuntuti setiap korban yang rata-rata adalah wanita. Kemudian, pelaku yang telah mengikuti korbannya, beraksi jika lokasi sepi.

Bahkan, pelaku juga melukai korban saat menjambret. "Pelaku ini selalu mengikuti korbannya, kemudian setelah ditempat sepi pelaku melakukan aksinya," ucap Endi.

Dari laporan, ada tiga lokasi penjambretan yang dilakukan Ar. Yaitu di jalan Kolam Air dengan korban Farida, daerah Parit Muda Kelurahan Gading Sari dengan korban Riza, lalu di jalan Raya Baran Paoh Desa Sei Sebesi yang korbannya Fatmawati.

Namun, pelaku Ar harus dilumpuhkan petugas karena melakukan perlawanan saat ditangkap. Timah panas bersarang di kaki kanannya karena berusaha melarikan diri.

"Anggota sudah memberikan peringatan, tapi karena tidak diindahkan, terpaksa pelaku dilumpuhkan," kata Kapolsek.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan dua  unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z  BP 4138 KY dan BP 5966 HK warna hitam, yang diduga digunakan untuk beraksi.

Selain itu, polisi juga menyita satu buah helm, satu buah handphone merek Xiomi Redmi 5A, satu buah handphone merek Samsung, satu buah handphone merek Xiomi, satu buah mainan kalung dan uang tunai  Rp 29.000.

"Kita masih melakukan pengembangan," ucap Endi

(aha)

Komentar Via Facebook :