Konser Sheila On 7 Batal: EO Lokal Rugi, Promotor Kabur

Konser Sheila On 7 Batal: EO Lokal Rugi, Promotor Kabur

Sejumlah peralatan sudah ada di GOR Temenggung Abdul Jamal menyusul dibatalkannya konser Sheila On 7. Foto diambil Jumat petang. (Foto: istimewa(

Batam - Grup band Sheila On 7 batal manggung di Batam. Konser bertajuk "Jump Higher" itu sedianya digelar hari ini, Sabtu (11/5/2019).

Batalnya konser tersebut membuat ribuan fans yang sudah membeli tiket meradang. Pasalnya, penyelenggara yakni Nagoya Management tak menampakkan batang hidungnya.

Alhasil, event organizer (EO) lokal Batam, Queen Adventure dibuat kelabakan. Mereka bahkan baru mengetahui pembatalan konser dari manajemen band asal Yogyakarta itu.

Pihak EO Queen Andventure, Morena mengatakan, pihaknya hanya sebagai EO lokal yang hanya mengnangani keperluan lokal seperti sewa mobil, SDM, dan lokasi. "Sedangkan tiket itu ditangani promotor (Nagoya Management),"  ujarnya.

Bahkan untuk produksi ditangani promotor sendiri, apalagi hotel artis itu tanggung jawab promotor. "Jadi untuk tiket kami tidak tahu, tiket di Nagoya Management," katanya. 

Morena melanjutkan, bahkan pihaknya mengalami kerugian lebih banyak dari penonton. "Semua persiapan kita masih utang, dan itu nominalnya tidak kecil," kata dia. 

Baca: Penyelenggara Tak Siap, Sheila On 7 Batal Manggung di Batam

Bahkan Morena, tidak mau mengambil risiko dia telah mengadukan kasus tersebut ke Polresta Barelang. "Tetapi pihak kepolisian tidak bisa menerima laporan itu, karena kami bukan costumer," ujarnya. 

Morena juga menjelaskan, promotor Nagoya Management berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Ia bekerjasama dengan promotor tersebut rekomendasi dari temannya. Selain itu pihak promotor mengaku tidak bisa mengurus perizinan, sehingga menggunakan jasa EO lokal. 

Sampai saat ini perizinan keramaian sudah diselesaikan Morena dan timnya. Bahkan sudah disampaikan kembali ke pihak kepolisian bahwa acara batal dilaksanakan. 

Tidak hanya mengalami kerugian materi Queen Andventure brand EO ini juga rusak ulah promotor tersebut. "Brand kita kena," kata dia. 

Morena mengaku sampai saat ini pihak promotor semenjak ada pemberitahuan cancel tidak bisa dihubungi. Begitu juga ketika ditemui ke base camp mereka di kawasan Tiban, Batam tidak ada satupun yang tampak. 

Bahkan kamar hotel bagi Duta dan kawan-kawan di Best Western Premier Panbil sudah dibatalkan otomatis. Karena promotor atas nama Asep Rihadi tidak bisa dihubungi. 

Morena mengatakan, promotor Nagoya Management memang terdiri dari beberapa orang tim. Namun, mekanisme teknis acara tersebut dikuasai Asep. 

"Saya timnya dia tidak tahu, terkait pembatalan itu, mereka aja mengeluh kerja tidak jelas, upah pun begitu," kata dia. 

Morena mengatakan, terakhir komunikasi dengan Asep beberapa hari lalu, Asep mengatakan bahwa dia telah mempersiapkan hotel untuk personel S07 menginap. Tidak hanya memikirkan kerugian Morena, juga harus menjawab semua keluhan penonton yang telah membeli tiket.

(tan)