Menumpuk Sejak 2017, 800 Ton Beras di Gudang Bulog Rusak
Kepala Bulog Batam (paling kiri) bersama tim dari Kemendag Batam sedang mengecek stok beras, kemarin. (Foto: Margaretha Nainggolan/batamnews)
Batam - Sedikitnya 800 ton di gudang Bulog Sub Divre Batam rusak, setelah tidak tersalurkan dan menumpuk sejak 2017 lalu.
Kepala Gudang Bulog Sub Divre Batam, Ari Apriansyah mengatakan beras yang rusak tersebut merupakan pengadaan beras miskin (raskin) untun Kota Batam yang tidak disalurkan sejak tahun 2017.
“Karena Batam menjadi pelopor untuk penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai pada tahun 2017 lalu, padahal Bulog sudah menyiapkan beras untuk raskin," kata Ari, kemarin.
Akibatnya, ratusan beras tidak tersalurkan dan tersimpan di gudang Bulog selama bertahun-tahun. Bahkan, ada diantaranya yang disimpan sejak 2016 lalu.
Untuk itu pihaknya akan mengambil tindakan agar beras-beras yang rusak tersebut tidak tercampur dengan beras yang baru. Beras yang rusak sedang dicek di laboratorium sebelum nantinya dimusnahkan.
"Sampel dan hasilnya sudah keluar, tapi sedang disimpulkan Badan Ketahanan Pangan. Kami sedang menunggu surat rekomendasi itu, karena ini barang negara jadi harus melalui proses, tidak bisa dimusnahkan tiba-tiba," ujar Ari.
Nantinya hasil laboratorium tersebut akan menentukan langkah bulog selanjutnya. Yaitu akan dibagi dua, beras dengan kualitas berada di bawah ambang batas keamanan pangan akan dilelang sebagai bahan pakan ternak.
“Sedangkan sisanya yang rusak atau tidak layak dikonsumsi tentu akan dilakukan pemusnahan,” kata dia.
(ret)
Komentar Via Facebook :