Penetapan 1 Ramadan di Batam Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Kepala Kementerian Agama Kota Batam, Zulkarnain Umar.

Batam - Datangnya bulan Ramadan tinggal menghitung hari. Namun, Kantor Kementerian Agama Kota Batam masih menunggu keputusan pemerintah pusat untuk penetapan awal puasa Ramadan.

Kepala Kementerian Agama Kota Batam, Zulkarnain Umar mengatakan penetapan 1 Ramadan dilakukan setelah melihat hasil hisab dan ru’yah.

“Hisab dan ru’yah itu pada akhir bulan Sya’ban akan melihat anak bulan. Kami akan mengajak juga tokoh agama dan hasilnya akan kami buat laporan ke kanwil, dari kanwil baru nanti kirim ke Nasional,” ujar Zulkarnain, belum lama ini.

Setelah itu baru dirapatkan oleh tokoh agama dan melalui ketetapan Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta Kementerian Agama.

“Di situlah nanti ditetapkan, kapan satu Ramadan itu melalui laporan dari seluruh kantor kementerian agama se-Indonesia,” ucapnya.

Dia berharap masyarakat mengikuti ketetapan pemerintah, tentang satu Ramadan. Selain itu, Kementerian Agama juga membuat program yang akan mengeluarkan keputusan tentang amaliyah Ramadan.

“Kami akan adakan rapat dengan seluruh tokoh majelis ulama, tokoh-tokoh lainnya termasuk juga pengelola zakat di Kota Batam,” katanya.

Program itu dibuat untuk menentukan standarisasi amaliyah Ramadan seperti standarisasi kifarat, standarisasi zakat fitrah.

“Kegiatan ini setiap tahun kami lakukan rapat bersama untuk menentukan kifarat, zakat fitrah dan berapa nilai emas serta berap nilai beras,” ucapnya.

Zulkarnain menjelaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan pembinaan kepada Da’i yang akan menyampaikan kultum Ramadan pada malam hari usai Isya atau menjelang tarawih.

Tujuannya agar da’i tersebut benar-benar menyampaikan yang bisa meningkatkan kualitas amal ibadah dengan mengajak masyarakat untuk memakmurkan masjid dan meningkatkan kegiatan ta’limnya.

“Jadi itu yang kami harap agar masyarakat Batam itu merasakan ruhnya, ruh Ramadan. Begitu orang datang ke Batam, mereka merasakan bahwa ini sedang Ramadan,” kata Zulkarnain.

Hal itu dibuktikan dengan dakwah-dakwah di masjid, adanya imbauan-imbauan seperti baliho. 

“Kami berharap seperti di instansi seperti pemerintahan, swasta, membuat peringatan selamat menunaikan ibadah puasa,” ujarnya lagi.

(ude)
 

SHARE US :
Komentar Via Facebook :