Tersengat Film Sexy Killers, Saham Batu Bara Luhut Pandjaitan Anjlok

Tersengat Film Sexy Killers, Saham Batu Bara Luhut Pandjaitan Anjlok

Luhut Panjaitan (Foto: Ist)

Batam - Film Sexy Killers karya Watchdoc memukul saham PT TOBA milik Luhut Binsar Pandjaitan. Seiring makin banyaknya penonton Sexy Killers di Youtube, saham perusahaan batu bara Luhut yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut, langsung merespons negatif. 

Saat ini film yang baru dirilis melalui Youtube dua hari lalu itu sudah 5 juta kali ditonton. Dalam film tersebut, perusahaan tambang Luhut di Kalimantan, paling banyak disorot. Namanya juga kerap disebut-sebut.

Berdasarkan data perdagangan BEI, hingga pukul 9.09 waktu JATS, saham PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) milik Luhut anjlok 710 poin atau 44,65 persen ke posisi Rp 880. Saat ini, saham TOBA terhenti di level Rp 1.590.

Dalam 5 hari terakhir, saham TOBA terpantau terus mengalami penurunan. 

Rabu, 10 April 2019, saham TOBA terpantau berada di posisi Rp 1.600. Hari berikutnya, saham TOBA turun lagi ke posisi Rp 1.570. Jumat, 12 April 2019, saham TOBA merosot ke posisi Rp 1.525.

Luhut memang seolah tak bisa lepas dari sorotan publik. Kerap berseteru dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti soal cantrang (alat tangkap ikan), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman tersebut kini tengah jadi perbincangan karena namanya muncul dalam film dokumenter berjudul Sexy Killers yang berdurasi 1 jam 28 menit 37 detik. 

Sexy Killers mengisahkan soal rusaknya wilayah di Indonesia, khususnya Kalimantan akibat pengerukan besar-besaran tambang batu bara, yang salah satunya dioperasikan oleh perusahaan milik Luhut, PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA). 

Menariknya, video dokumenter tersebut bebas diakses melalui Youtube, beberapa hari menjelang hari pencoblosan Pemilu 2019.

(snw)

 


Komentar Via Facebook :

Berita Terkait

close

Aplikasi Android Batamnews