Antrean Kendaraan Beli Solar Mengular di SPBU, Pertamina: Pasokan Lancar

Antrean Kendaraan Beli Solar Mengular di SPBU, Pertamina: Pasokan Lancar

Antrean kendaraan membeli solar di SPBU Regata, Batam Centre. (Foto: Johannes Saragih/batamnews)

Batam - Antrean panjang kendaraan diesel untuk mendapatkan solar, terlihat di hampir seluruh SPBU Batam. Kondisi ini terjadi sejak awal Maret.

Dari pantauan, antrean kendaraan yang terdiri dari truk, minibus, bus dan kendaraan berbahan bakar solar lainnya bisa mencapai puluhan hingga ratusan meter.

"Bisa berjam-jam dapat solar, kadang juga tak kebagian," kata Jono, pengemudi truk saat mengantre di SPBU Batam Centre, Rabu (20/3/2019).

Dia mengatakan dua hari sekali membeli bahan bakar untuk kebutuhan kendaraannya yang digunakan untuk angkutan barang.

Sekali pengisian, dia membeli Rp 250 ribu dan habis dalam dua hari lantaran instensitas kendaraannya yang begitu tinggi.

Bersama dengan puluhan pengemudi lainnya, Jono harus bersabar demi mendapatkan solar.

Antrean kendaraan ini tak hanya terlihat di SPBU Batam Centre. Kondisi yang sama juga tampak di SPBU Regata Batam Centre, SPBU di Tiban Vitka, SPBU Tanjunguncang, dan SPBU dekat Polresta Barelang.

Sementara, Manager SPBU Regata, Batam Center, Dadang Mai Asdinata saat dikonfirmasi mengatakan suplai solar lancar dan tak ada pengurangan kuota.

"Nggak ada masalah dengan suplai solar, kuota juga tetap," kata dia saat dikonfirmasi.

Sales Executive BBM Regional PT Pertamina, Arwin Anugerah, mengatakan belum mengetahui alasan dari panjangnya antrean BBM jenis solar. 

Sama seperti pendapat Dadang, selama ini menurutnya karena suplai bahan bakar solar ke seluruh SPBU juga normal. 

"Saya juga belum tau alasan antreannya. Mungkin kebetulan mereka mengantre di saat yang sama, karena biasanya siang antreannya sudah tak ada," kata Arwin. 

Setiap harinya, Pertamina menyalurkan 108 kiloliter di seluruh SPBU Batam. Angka itu juga tidak ada penurunan kuota sama sekali. 

"Padahal stok di depot cukup, dan yang disalurkan juga nggak ada pengurangan," katanya. 

(das)
 


Komentar Via Facebook :

Berita Terkait