Imbas Pemeliharaan Sumber Gas Conoco Philips

Pemadaman Listrik Bergilir di Batam Tiga Kali Sehari, Durasinya 3 Jam

Pemadaman Listrik Bergilir di Batam Tiga Kali Sehari, Durasinya 3 Jam

Vice President Public Relations PT Bright PLN Batam, Samsul Bahri dan Sales Area Head Perusahaan Gas Negara (PGN) Batam Wendi Purwanto memberikan keterangan kepada pers seputar pemadaman listrik di Batam selama 7 hari. (Foto: Johannes Saragih/batamnews

Batam - Pemadaman listrik secara bergilir akan dilakukan tiga kali sehari, dengan durasi tiga jam setiap kali pemadaman. Pemadaman itu akan berlangsung pada Sabtu (23/2/2019) hingga Jumat (1/3/2019). 

Dengan begitu, listrik diperkirakan padam selama 9 jam sehari di seluruh wilayah. Hal itu diakibatkan penyaluran gas ke Batam dihentikan sementara waktu karena pemeliharaan sumur gas Conoco Philips. 

"Rencana pemadaman listrik tersebut kami pilih itu merupakan yang terburuk," ujar Vice President Public Relations PT Bright PLN Batam, Samsul Bahri di Batam Center, Selasa (19/2/2019). 

Namun pemadaman listrik ini tidak berlaku pada objek-objek vital seperti rumah sakit, bandara dan lembaga permasyarakatan (lapas). 

Lebih lanjut Samsul menjelaskan jadwal pemadaman listrik ini akan diumumkan oleh pihaknya sebelum pemeliharaan gas tersebut berlangsung. Selain itu juga akan disertakan skema pemadamannya. 

"Pembangkit listrik kita 70 persen menggunakan gas, jadi kami akan manfaatkan pembangkit listrik yang lain selain gas," katanya. 

Walaupun begitu, kebutuhan gas untuk pembangkit listrik belum tercukupi. Pihaknya memperkirakan akan ada defisit sebesar 140 mega watt. 

Baca: Mulai 23 Februari, Listrik di Batam Padam Bergilir Selama 7 Hari

Selain itu pihaknya juga meminta kepada para pelanggan yang memiliki genset untuk sementara waktu menggunakan pembangkit mereka, sampai pemeliharaan sumur gas itu selesai dilakukan. 

"Seperti hotel, gedung perkantoran, atau yang lain yang telah memiliki genset," kata dia. 

Sementara itu, Sales Area Head Perusahaan Gas Negara (PGN) Batam Wendi Purwanto menambahkan kondisi pemeliharaan sumur gas ini merupakan force majeure artinya di luar kuasa mereka. 

"Karena ini dilakukan 7 tahun sekali, pemeliharaan sumur gas tetap harus dilakukan agar menjaga keandalan penyaluran gas," ujar Wendi pada kesempatan yang sama. 

Ia mengatakan selama proses pemeliharaan sumur gas ini, pihak Conoco Philips berkomitmen dapat menyelesaikan tugasnya sesuai dengan waktu yang ditentukan. Sehingga pekerjaan tersebut akan dilakukan nonstop 24 jam. 

"Tahun 2011 lalu diperkirakan 5 hari, tetapi realitanya bisa selesai selama dua hari, kita harap juga begitu, dari 6,5 hari bisa selesai sebelum waktunya," katanya. 

(ret)
 


Berita Terkait