Kisruh Bazar Imlek Tanjungpinang, Rudi Chua: Wali Kota Harus Bijaksana

Anggota DPRD Provinsi Kepri Rudi Chua.

Batam  - Kisruh lokasi tempat bazar Imlek di Tanjungpinang kembali terjadi pada Selasa (9/1/2019) sore. Cekcok antara pejabat Pemko Tanjungpinang, anggota dewan kota maupun provinsi tak bisa dibendung, termasuk warga sekitar lokasi. 

Kisruh ini sempat terjadi lima tahun lalu di era Wali Kota Lis Darmansyah. Namun, kisruh kembali mencuat saat Wali Kota Tanjungpinang sekarang Syahrul kembali mengeluarkan kebijakan baru yaitu memindahkan lokasi bazar tersebut.

Warga mengajukan protes termasuk beberapa pejabat dewan kota maupun provinsi. Salah satunya anggota DPRD Provinsi Kepri Rudi Chua. 

Rudi juga hadir dalam penolakan, Selasa kemarin. Ia bahkan juga ikut bersitegang dengan Wali Kota Tanjungpinang dan mengatakan, alasan pemindahan bazar tersebut menurutnya tidak masuk akal. 

"Katanya bazar mengganggu proses bongkar muat. Padahal bongkar muat hanya sampai pukul 17.00 WIB, sedangkan bazar dimulai pukul 18.00 WIB," ujar Rudi, Rabu (9/1/2019).

Alasan Syahrul yang menyebut kegiatan itu mengganggu proses bongkar muat, juga sudah dibantah Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPTI-SPSI). "Kalau alasan itu sudah terbantahkan," katanya.

Rudi mengharapkan kebijaksanaan wali kota untuk memberikan izin kedua bazar dilaksanakan baik di Jalan Teuku Umar maupun Jalan Pasar Ikan. 

"Toh sebenarnya pedagang di bazar di jalan pasar ikan tidak pernah menolak keberadaan bazar baru di Jalan Teuku Umar yang diadakan pemko dan timnya itu, kalau gitu jalankan saja keduanya," kata dia.

Ia melanjutkan, pedagang bazar yang tidak mau pindah beralasan lokasi bazar sudah pas apalagi stan bazar mereka berada di kios milik mereka juga. "Yang buka bazarkan orang punya kios, jadi kios tidak bisa pindah," kata Rudi.
 
Rudi menyayangkan kebijakan pemindahan disampaikan secara mendadak. "Kasihan pedagang mereka sudah siapkan semuanya di situ, satu hari menjelang bazar baru ada perintah dipindahkan," ujarnya.

Menurut dia, meskipun wali kota tetap bersikeras memindahkan tapi harus diberitahukan sebelumnya. Selain itu, Rudi melihat terdapat persaingan pendirian bazar imlek, jika yang di Jalan Teuku Umar bazar kawasan elit, kalau Pasar Ikan merupakan rakyat kecil. 

"Makanya biar saja kedua bazar itu berjalan, yang mau elit sana, rakyat biasa sana," katanya kepada Batamnews.co.id.

Sampai saat ini Wali Kota Tanjungpinang terus bersikeras akan memindahkan penyelenggaraan bazar tersebut. Awalnya di Jalan Pasar Ikan ke ruas jalan lain yaitu Jalan Teuku Umar, yang lokasinya masih berdekatan.

(tan)
 


Berita Terkait