Gawat, Oknum Dokter Tanjungpinang Beri 50 Suntikan Misterius ke Bidan Sampai Pingsan

Gawat, Oknum Dokter Tanjungpinang Beri 50 Suntikan Misterius ke Bidan Sampai Pingsan

Ilustrasi

Tanjungpinang - Polisi masih menyelidiki kasus penyuntikan misterius oleh seorang dokter di Tanjungpinang. Korbannya adalah bidan klinik Ar Rasha yang berada di Jalan Hang Lekir. Lima saksi sudah diperiksa atas laporan yang dimasukkan oleh pihak bidan tersebut

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Dwihatmoko menyebutkan, bahwa ditubuh korban ditemukan sebanyak 50 bekas suntikan di bagian kaki dan tangan. Hal itu tanpa persetujuan dan sepengetahuan korban yang diduga saat itu tidak sadarkan diri.

"Ada sekitar 50 bekas suntikan, kami masih menunggu hasil visum di Rumah Sakit," Kata Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Dwihatmoko, Rabu (17/10/2018).

AKP Dwihatmoko membenarkan, bahwa korban disuntik Vitamin C yang sudah dicampur unsur lain. diduga setelah disuntik korban pingsan.  "Kami masih memeriksa saksi-saksi dulu, kalau untuk oknum dokter belum kami diperiksa," ujarnya.

Diketahui, antara korban dengan oknum dokter tersebut memang saling kenal. Keduanya sama-sama bekerja di sebuah klinik, di Jalang Hang Lekir, Tanjungpinang.

Sementara itu berdasarkan informasi yang diperoleh Batamnews.co.id, awalnya korban dihubungi oleh oknum dokter untuk merawat salah seorang keluarga di kediamannya.

Namun pada saat korban tiba di rumahnya kejadian itu terjadi. Polisi masih mendalami bagaimana kronologi hingga bidan itu tak sadarkan diri. Polisi mensinyalir dugaan kuat jika korban disuntik vitamin yang diduga campur obat-obatan hingga pingsan selama dua jam.

Entah suntikan apa saja yang dilakukan sang dokter selama bidan cantik itu pingsan, begitu juga perlakuan yang dibuatnya

Setelah sadar korban merasa tubuhnya lemas dan kakinya keram, ia pun diantar pulang ke rumahnya. Namun pada esoknya kaki bidan itu bengkak dan setelah diperiksa ditemukan bagian tubuh terdapat bekas suntikan.

Tak terima atas perbuatan itu, wanita berinisial W itu melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tanjungpinang pada Sabtu (13/10/2018) lalu.

 

IDI Tanjungpinang Panggil Oknum Dokter

Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tanjungpinang mengaku telah melakukan pemanggilan oknum dokter berinisial YS yang diduga menganiaya terhadap bidan berinisial W.

"Telah dipanggil, namun yang bersangkutan tak bisa hadir, lagi menangani pasien," kata Ketua IDI Tanjungpinang, dr Muslih, Rabu (17/10/2018).

Ia mengatakan, bahwa pihaknya akan segera memanggil ulang terhadap YS untuk dimintai keterangan. Namun ia enggan menyebutkan tindakan yang di ambil apabila YS  terbukti melakukan perbuatan melanggar hukum.

"Kami meminta penjelasan terlebih dahulu kepada yang bersangkutan," jelasnya.

Polisi sejauh ini belum memanggil oknum dokter untuk diperiksa dan akan dilakukan segera. Sementara bidan yang menjadi korban dikabarka masih trauma dengan peristiwa yang ia alami.

"Kami masih memeriksa saksi-saksi dulu, kalau untuk oknum dokter belum kami diperiksa," Kata Kasatreskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko.

(adi)