Kontroversi Imunisasi MR
Puluhan Ribu Anak di Bintan Belum Mau Disuntik Imunisasi MR
Bintan - Program vaksinasi Measles Rubelle (MR) yang digencarkan secara nasional tidak berjalan lancar di Kabupaten Bintan. Sebab masih banyak anak-anak yang belum disuntik vaksin tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan, dr Gama Isnaeni mengatakan, dari 10 kecamatan yang ada di Bintan, tercatat sebanyak 40 ribuan anak wajib disuntik MR. Namun sampai saat ini tim medis hanya mampu merealisasikan 16 ribuan anak yang telah menjalaninya.
"Dari 97 persen yang ditargetkan Pemkab Bintan, baru terealisasi 40 persen atau 24 ribuan anak lagi belum disuntik. Ada kendala yang buat kami pesimis target itu bisa tercapai," ujar Gama, Jumat (14/9/2018).
Kendala utama tidak tercapainya target itu adalah masalah kontroversi kehalalan vaksinasi MR. Sehingga banyak ditemukan adanya pandangan berbeda di kalangan para orang tua. Akibatnya sebagian besar orang tua tidak memperbolehkan anak-anaknya untuk disuntik vaksin tersebut.
Hal itu terbukti ketika tim medis melaksanakan penyuntikan vaksin disekolah-sekolah. Tingkat partisipasi wali murid yang mengizinkan anaknya di suntik sangat minim.
"Program MR ini belum dapat diterima khalayak. Sebab masih banyak penolakan dari para orangtua siswa. Misalnya, besok ada vaksinasi di sekolah tapi orangtua melarang anaknya masuk, sehingga tidak tervaksinasi," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komda Penanggulangan dan Pencegahan Pasca Imunisasi itu.
Meskipun banyak mengalami kendala di lapangan, pihaknya akan terus berupaya agar program nasional ini bisa berjalan lancar di seluruh wilayah Bintan.
Caranya yaitu dengan mengedukasi ulang kepada masyarakat, khususnya para orang tua mengenai manfaat vaksin dan bahaya apabila anak-anak tidak disuntikkan vaksin.
"Cara ini kami lakukan karena ada kontroversi. Melalui rasionalisasi target kami yakin bisa tercapai maksimal. Apapun akan kami lakukan sebab ini sangat penting," ucapnya.
(ary)
Komentar Via Facebook :